5 Tips Menghindari Tren Belanja Nirfaedah Akhir Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi

Jelang Tahun Baru, godaan untuk berbelanja semakin kuat. Selama periode tersebut biasanya banyak jenama yang menawarkan promosi menarik untuk calon pembeli yang ingin berbelanja.

Jika tak tahan godaan, maka pembelian yang bersifat impulsif pun dapat terjadi. Pembelian barang yang sebelumnya tidak direncanakan dapat mengganggu keseimbangan keuanganmu, padahal barang yang dibeli belum tentu kamu butuhkan.

Untuk menghindari hal tersebut, Leonard Lee, seorang Profesor dari NUS Business School memberikan tips untuk menghindari pembelian impulsif. Yuk, simak di bawah ini.

Memikirkan tujuan utama saat pergi berbelanja

Lee telah melakukan beberapa riset terhadap pengalaman belanja 12 orang dan menemukan bahwa setiap orang memiliki tujuannya masing-masing, entah itu untuk membeli kebutuhan, membandingkan harga sebelum memutuskan membeli, dan melihat promosi yang ada. Untuk menghindari pembelian impulsif, kamu perlu mengevaluasi tujuan utama saat pergi berbelanja.

Membuat daftar belanja

Sebelum pergi ke pusat perbelanjaan, buatlah daftar kebutuhan yang ingin dibeli. Catat barang yang kamu butuhkan, dan coret barang yang hanya kamu inginkan. Membedakan kebutuhan dan keinginan dapat menghindarimu dari pembeli impulsif. Waspadai pembenaran untuk diri sendiri untuk membeli sesuatu yang tidak kamu butuhkan.

Fokus pada daftar belanja

Setelah membuat daftar belanja, kamu harus fokus kepada daftar tersebut. Sayangnya, banyak orang yang tidak disiplin menaati daftar tersebut, sehingga pembelian yang dilakukan tidak sesuai dengan daftar yang sudah dibuat. Trik lain adalah membawa orang yang dapat mengontrol keinginan belanjamu, sehingga mereka dapat mengingatkan apakah barang yang akan dibeli sudah sesuai kebutuhan atau tidak.

Jangan belanja saat lapar

Menurut Lee, penelitian mengungkapkan bahwa konsumen cenderung belanja lebih banyak saat perut lapar. Sebelum mulai berbelanja kamu dapat mengisi perut hingga kenyang untuk menghindari terjadinya pembelian impulsif.

Kamu akan lebih menyukai barang yang tidak diskon

Jika tergoda oleh diskon yang ditawarkan toko, perlu diingat bahwa kamu akan lebih menyukai barang yang kamu beli dengan harga penuh dibandingkan barang diskon. Menurut Lee, diskon akan membuat konsumen merasa puas bahwa telah mendapatkan penawaran bagus. Yang terjadi kemudian adalah barang yang dibeli tersebut akan jarang dipakai, karena rendahnya tekanan saat pembelian dilakukan. Ingatlah hal ini saat melihat diskon menarik di depan matamu.