9 Istilah Ekonomi yang Kerap Salah Penulisannya dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi
Ilustrasi

Salah satu ikrar dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, tentu wajib mengetahui, menggunakan, dan menjunjung bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Namun banyaknya kata serapan bahasa asing kadang kala membuat kita salah kaprah memahami penulisan istilah yang benar, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Nah, mengambil momentum semangat Sumpah Pemuda, kita simak yuk beberapa istilah ekonomi yang penulisan dan penyebutannya kerap salah kaprah dalam bahasa Indonesia.

1. Reksa Dana bukan Reksadana

Menurut KBBI, penulisan yang benar ditulis terpisah jadi reksa dana. Sama seperti dalam bahasa Inggris yang juga ditulis terpisah yakni mutual fund.

2. Dividen bukan Deviden

Deviden adalah bentuk tidak baku dari dividen.

3. Utang bukan Hutang

Pelafalan kata dasar utang kerap kali disertai huruf H, sehingga orang yang mendengarnya sering menganggap kata dasar yang benar adalah hutang. Padahal sama seperti imbau (bukan himbau), isap (bukan hisap), ingar (bukan hingar), imbau (bukan himbau), kata-kata ini seharusnya disebut dan ditulis tanpa huruf H.

4. Akuntansi bukan Akutansi

Banyak yang masih salah dalam menuliskan atau menyebutkan akuntansi jadi akutansi.

5. Margin bukan Marjin

Dalam KBBI berarti tepi; batas. Dalam keuangan, margin kerap diartikan sebagai selisih keuntungan atau kerugian dalam bentuk persentase.

6. Komersial bukan Komersil

Kata ini kerap disebut komersil dalam ragam lisan. Namun penulisan dan penyebutan yang benar adalah komersial yang merupakan istilah dalam perdagangan.

7. Komoditas bukan Komoditi

Semua kata serapan dari bahasa Inggris yang berakhiran "-ty" berubah menjadi akhiran "-itas" dalam bahasa Indonesia. Contoh lainnya seperti selebritas (bukan selebriti), universitas (bukan universiti), dan lain-lain.

8. Debit bukan Debet

Debit merupakan kata serapan dari bahasa Inggris "Debet".

9. Neto bukan Netto

Neto juga merupakan kata serapan dari bahasa asing "Netto" yang dalam istilah ekonomi berarti bersih.

Tentunya masih banyak istilah-istilah ekonomi lain yang kerap salah kaprah baik dalam penyebutan maupun penulisan dalam bahasa Indonesia. Semoga setelah membaca artikel ini tidak salah lagi ya.

Yuk junjung bahasa Indonesia yang baik dan benar. Agar ikrar Sumpah Pemuda seperti yang diserukan pendahulu kita dapat terwujud.

Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.