Alasan Mengapa Uang Kertas Tetap Harus Dicetak

Ilustrasi uang kertas
Ilustrasi uang kertas

Perkembangan transaksi digital sudah semakin tak terbendung. Hampir semua hal yang berkaitan dengan transaksi bisa dilakukan tanpa uang tunai. Pertanyaan pun muncul, masih haruskah negara kita mencetak uang kertas?

Tanpa kita sadari, hal ini pun menjadi perhatian Bank Indonesia, lho. Pesatnya peningkatan penggunaan uang digital sudah memberi konsekuensi tersendiri bagi sistem pembayaran di Indonesia. Namun bukan berarti uang kartal alias tunai tidak akan dicetak lagi.

Hal ini sudah ditegaskan Bank Indonesia (BI). Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono pernah bilang bank sentral tetap akan melakukan pencetakan serta pengawasan uang kartal. Sebab, di banyak negara yang pembayaran digitalnya sangat masif, uang kartal tetap dibutuhkan dan masih beredar.

"Kami tidak berpikir bahwa ke depan orang tidak pakai uang kertas. Di negara-negara lain uang kertas masih dipakai, tapi lama-lama proporsinya memang berkurang sehingga bentuk penggunaan uangnya bergeser. Inilah bentuk konsekuensinya, banyak policy, stabilitas sistem keuangan," kata dia di Jakarta, yang dinukil dari Antara, beberapa waktu lalu.

Uang kertas, lanjutnya, juga tetap menjadi jati diri dan kekuatan bangsa dalam hal perekonomian. Artinya kedaulatan rupiah dalam bentuk fisik tetap harus dijaga. Terlebih, khusus di Indonesia, masih banyak elemen masyarakat yang menggunakan uang fisik.