Ancaman Facebook Jadi Kenyataan, Saham Zoom Anjlok

Fitur Messenger Room Facebook saingi popularitas Zoom?
Fitur Messenger Room Facebook saingi popularitas Zoom?

Pada April lalu, Facebook meluncurkan layanan obrolan video baru yang disebut Messenger Room. Inovasi ini dinilai sebagai ancaman Facebook terhadap aplikasi konferensi video yang sedang naik daun, Zoom.

Soalnya lewat Messenger Room ini, pengguna dapat berbincang lewat video dengan 50 orang sekaligus. Durasinya juga bisa sesuka yang mereka inginkan.

"Jadi kamu bisa nongkrong di sofa rumah pada akhir pekan dan mengirim undangan ke semua temanmu untuk datang ke ruang nongkrong virtualmu,'" kata CEO Mark Zuckerberg, dilansir Forbes.

Benar saja. Tak lama begitu Facebook meluncurkannya, saham Zoom dilaporkan langsung anjlok sebesar 5 persen. Isu keamanan dan kemudahan membuat sejumlah orang beralih ke Messenger Room.

Facebook memang mengklaim pihaknya telah membangun pertahanan untuk mencegah tamu yang tidak diinginkan memasuki ruang virtual. "Ada tools-nya untuk mengusir orang dengan mudah, mengunci ruang, atau menutupnya jika semuanya ada hal-hal yang tidak diinginkan," kata Zuckerberg.

Selain itu platform ini juga dilengkapi fitur efek augmented-reality, seperti telinga kelinci, wajah alien, dan banyak lagi. Jadi suasana ngobrol pun makin seru dan menarik.

Kelebihan lainnya, aplikasi ini dapat digunakan orang yang tidak memiliki akun Facebook sekalipun. "Jadi kamu bisa mengirim tautan ke nenek kamu atau siapa pun dan mereka dapat mengeklik tautan dari mana saja. Apabila mereka tidak memiliki aplikasi itu, tetap akan terbuka di browser gadget-nya," sambungnya.

Wah, terdengar menarik ya. Rupanya itulah kenapa Facebook mengklaim Messenger Room ini cocok buat bersosialisasi dengan teman dan keluarga, baik itu merayakan ulang tahun, bersenang-senang, berdiskusi sesama pecinta buku, atau sekadar ajang melepas kangen grup orang tua.

Potret Kehidupan Sosial Baru

Terlepas dari persaingan antara Facebook, Zoom, atau lainnya, penggunaan panggilan video dan konferensi memang melonjak sejak orang diharuskan bekerja, belajar, dan bersosialisasi dari rumah, untuk menghindari virus korona.

Akibatnya kebutuhan akan pulsa internet jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Kita pun harus pintar-pintar mengatur pengeluaran agar dompet tak jebol sebelum akhir bulan.

Biar bisa lebih irit, kamu bisa memanfaatkan beli pulsa internet di e-commerce atau marketplace. Biasanya ada promo cashback yang bisa kamu dapatkan.

Namun tentu saja kamu harus punya uang elektronik dulu. Nah, biar enggak ribet keluar-keluar aplikasi, isi ulang uang digitalnya pakai OneKlik saja. Ini dia solusi baru transaksi di aplikasi/website merchant online.

Soalnya dengan OneKlik, kamu bisa makin cepat dan praktis bayar belanja karena hanya 1 kali klik; enggak perlu keluar dari aplikasi/website merchant online, serta makin aman karena adanya fitur atur OneKlik di akun merchant.

Penasaran sama OneKlik yang antiribet? Klik tautan ini.