Banyak yang "BU" dan Jual Mobilnya, 6 Tips Saat Mau Beli Mobil Bekas

Beli mobil bekas bisa jadi solusi untuk menghemat keuangan.
Beli mobil bekas bisa jadi solusi untuk menghemat keuangan.

Pandemi COVID-19 dan kondisi ekonomi yang belum stabil rupanya memberi dampak signifikan bagi banyak orang. Beberapa bahkan ada yang kehilangan pekerjaan sehingga harus memutar otak untuk menjaga finansialnya.

Dari sekian orang yang “BU” alias butuh uang dalam waktu cepat, beberapa ada yang terpaksa menjual mobilnya. Hal ini dilakukan agar mendapat suntikan dana segar sekaligus mengurangi beban pengeluaran dari mobil.

Seiring dengan itu, kebutuhan akan mobil pribadi di tengah pandemi seperti sekarang sebetulnya cukup penting. Alih-alih naik transportasi umum, memilih kendaraan pribadi bisa lebih nyaman.

Namun membeli mobil tentu saja bukan keputusan yang mudah. Harus ada perhitungan matang yang tidak memberatkan keuangan. Jika mobil baru dirasa terlalu mahal, kamu bisa kok mempertimbangkan mobil bekas.

Harganya yang lebih murah tentunya bisa jadi solusi di keuangan. Tapi jangan asal pilih juga ya. Soalnya tidak semua mobil bekas memiliki kondisi bagus. Tapi banyak juga mobil bekas yang mendekati kondisi mobil baru. Jadi apa saja hal yang harus kamu lakukan saat memilih mobil bekas? Simak yuk.

Tips Memilih Mobil Bekas Berkualitas

1. Lihat Catatan Servis

Ini penting. Lihat catatan servisnya. Apakah rutin atau tidak. Lalu tanya biasa di bengkel mana. Semakin rutin diservis, maka seharusnya kondisinya masih bagus. Bagus lagi bila dia selalu servis di bengkel resmi.

2. Periksa Aksesoris dan Interior

Jangan cuma bodi, lakukan pemeriksaan hingga interior. Teliti tiap komponen seperti AC, sistem audio, hingga switch lampu dan fitur keamanan macam sabuk pengaman.

Coba duduki jok depan dan belakang, masih nyaman atau tidak. Periksa kondisi dashboard, plafon, dan karpet. Oya, satu lagi, bau interior. Soalnya kalau baunya apek, tanyakan apakah mobil pernah kena banjir atau tidak.

3. Cek Eksterior Mobil

Berikutnya tentu saja eksterior. Perhatikan pintu, kap mesin, sampai kaca mobil, masih asli atau sudah ganti. Lihat catnya, belang atau tidak. Kemudian cek rangka utamanya. Pastikan chasis mobil masih dalam keadaan baik dan tidak ada bekas tabrakan atau perbaikan.

4. Pastikan Kondisi Mesin

Setelah dicek semua, sekarang buka kap mesin. Ini yang terpenting. Cek apakah mobil mudah di-starter. Dengarkan suaranya, kasar atau tidak. Perhatikan komponen mesin ada kebocoran atau tidak.

5. Test Drive

Minta izin untuk menguji coba kendaraan. Lalu rasakan apakah mesin ada suara-suara tak normal. Jika ada, cek apakah ruang bakarnya sudah berkerak atau bagaimana. Rasakan juga perpindahan gigi, susah atau mudah.

6. Dokumen

Terakhir tentu saja dokumen. Cek STNK, BPKB, dan faktur. Cocokkan dengan nomor rangka dan nomor mesin mobil.

Itu tadi 6 hal yang harus kamu cek sebelum membeli mobil bekas. Bila kamu tak terlalu menguasai spesifikasi mobil, ajak teman atau mekanik ahli yang mengerti dan berpengalaman.

Jika sudah jadi milikmu, rawat dengan baik mobil tersebut. Jangan lupa bayar pajak tahunan. Sekarang bayar pajak tahunan kendaraan bermotor sudah lebih mudah kok.

Seiring kemajuan teknologi, Bank BCA sudah bekerja sama dengan kantor Samsat dalam memberikan layanan e-Samsat kepada para wajib pajak. Fasilitas e-Samsat ini memungkinkanmu membayar pajak kendaraan bermotor secara online melalui Jaringan ATM BCA.

Asyik, kan? Pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui jaringan ATM BCA juga cuma dikenakan biaya Rp5.000 saja. Tanpa perlu antre, bayar parkir, apalagi jajan-jajan sambil menunggu giliran.

Klik Cara Bayar Pajak Kendaraan di ATM BCA