Belajar dari Ronaldo, Cara Bikin Pendapatan Instagram Melebihi Gaji

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo

Siapa sih yang tidak kenal Cristiano Ronaldo? Megabintang sepak bola asal Portugal ini merupakan salah satu atlet terkaya di dunia. Gajinya di Juventus bahkan mencapai 31 juta Euro, yang kalau dijadikan Rupiah berarti sekitar Rp481 miliar per tahun.

Lalu yang makin membuat banyak orang menelan ludah, pendapatan Ronaldo enggak cuma dari gaji. Bahkan baru-baru ini media-media internasional mengungkapkan bahwa pendapatannya dari iklan di Instagram saja sudah melampaui gajinya.

Berdasarkan data Hopper HQ, CR7, sapaannya, punya pengikut sampai 187 juta lebih. Akun Ronaldo, @cristiano, ini menyandang predikat jumlah followers terbanyak.

Dari sumber yang sama, tahun lalu Ronaldo dilaporkan mendapatkan 54,4 juta poundsterling (Rp981 miliar) hanya dari Instagram. Itu pun cuma dari 34 unggahan bersponsor sepanjang 2018.

Nah, setiap unggahan bersponsornya, pemain berusia 34 tahun ini dibayar sekitar US$2 juta (Rp28 miliar). Hmm...kalau dikalikan jumlah unggahannya, berapa lembar saham nih yang bisa ia beli?

Memang sih, Ronaldo masih kalah dari rivalnya di dunia sepak bola, Lionel Messi. Ia juga kalah dari petinju Floyd Mayweather Jr. Tapi kalau soal pendapatan dari Instagram, Ronaldo rajanya. Messi saja cuma dapat 26 juta poundsterling (sekitar Rp469,2 miliar) tahun lalu.

Melansir Business Insider, status Ronaldo sebagai megabintang dinilai memberi pengaruh besar. Apalagi bila melihat pengikutnya tadi. Skala internasional pula. Jadi ya wajar ia bernilai sebesar itu.

Brand yang bekerja sama dengannya juga tak main-main. Salah satunya, Nike yang dikontrak seumur hidup. Hasilnya? Lihat saja berapa banyak anak muda membeli sepatu Nike yang didesain khusus dengan naman CR7.

Lalu apa yang bisa kita petik dari Ronaldo? Influencer, penulis buku, artis, dan stand up komedian Raditya Dika pernah mengatakan siapa saja bisa kaya dari media sosial. Menurutnya, yang terpenting adalah konsisten dan total dalam menjalaninya.

Di acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2019, Raditya menyampaikan bahwa menjadi seorang influencer memang tak bisa sukses secara instan. Kamu harus menjadi atau memberikan sesuatu yang menarik perhatian orang dulu, kemudian konsisten melakukannya.

Nah, Ronaldo pun tidak langsung menjadi bintang besar. Sejak kecil ia berlatih hingga akhirnya menjadi atlet sukses. Setelah sukses, baru deh banyak orang yang kagum padanya dan mengikuti apa yang ia lakukan.

"Nah, meskipun kamu seorang karyawan biasa, bukan berarti kamu enggak biasa jualan konten. Misalnya kamu kerjanya di bidang marketing, buat saja konten cara marketing yang beda tapi menjanjikan. Pasti ada kok yang nonton. Lalu konsistenlah melakukannya agar mereka akan menunggu ada info menarik apa lagi dari kamu," ujar Raditya.

Benar juga ya. Yuk jadi kaya.