Belajar Membuat Keputusan dari Orang Terkaya di Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi

Keputusan untuk membangun bisnis sendiri merupakan langkah berani. Sebab, keputusan ini akan memengaruhi jalan hidup seseorang.

Tak heran pula, meski minat berbisnis di kalangan milenial cukup tinggi, banyak juga yang masih ragu untuk menjalankannya. Banyak pikiran-pikiran negatif, seperti takut gagal, yang menyebabkan ide bisnis di kepala enggan segera dieksekusi. Akhirnya, mereka meninggalkan ide bisnis dan tetap lanjut bekerja sebagai pegawai.

Bila kamu merasa bingung dan ragu untuk memilih berbisnis atau lanjut kerja kantoran, kamu bisa meniru cara Jeff Bezos mengambil keputusan. Nah, bagaimana cara manusia terkaya di Planet Bumi ini memutuskan, simak yuk ceritanya.

Ceritanya begini. Pada 1994, Jeff Bezos masih bekerja di perusahaan keuangan D.E. Shaw. Gaji Bezos saat itu sudah tergolong sangat besar. Bahkan saat itu, bos Amazon ini sudah punya kekayaan US$9-10 miliar.

Saat bekerja di D.E. Shaw itu, Bezos bertugas untuk mencari peluang bisnis baru di dunia internet. Pada 1994, dunia internet masih baru banget.

Lalu, Bezos mendapati data statistik yang membuatnya tercengang—karena data ini pula, dia mendapatkan ide bisnis. “Aku mendapatkan data, website berkembang hingga 2.300% per tahun,” kata Bezos, seperti dikutip dari CNBC.

Ide bisnis membangun toko buku online pun langsung muncul di kepalanya. Sama seperti orang kebanyakan, orang tertajir di Planet Bumi ini juga dihinggapi kebingungan saat ingin mengeksekusi ide itu. Dia harus berpikir, mau lanjut kerja dengan gaji super atau membangun bisnis dari nol.

Bezos lantas berdiskusi dengan bosnya di D.E. Shaw. Dia menceritakan keinginannya membuka bisnis toko buku online. Lalu, apa kata bosnya?

“Ide itu cukup bagus, tapi ide toko buku online hanya cocok untuk orang yang belum punya pekerjaan,” kata Jeff Bezos mengenang kritikan bosnya.

Enggak puas dengan saran bosnya, Bezos pun berkontemplasi. “Aku mencoba membayangkan diriku di usia 80 tahun. Di usia tua itu, aku memikirkan mana yang bakal bikin menyesal, keluar pekerjaan atau enggak mencoba sama sekali ide bisnis,” ujar orang dengan kekayaan US$115,9 miliar ini.

Bezos akhirnya memutuskan membangun toko buku online-nya itu. Sebab, dia berpikir, mungkin di usia tuanya nanti, ia akan menyesal sekali bila terus bekerja di kantor dan tidak mencoba ide bisnisnya itu.

“Itu keputusan sulit. Tapi, jika aku tidak mencoba, aku akan menyesal seumur hidup. Sekalipun bila ide itu akhirnya gagal, aku tidak akan menyesali,” kenang Jeff Bezos.

Keputusan itu memang tepat. Hasilnya, toko buku itu menjadi raksasa e-commerce dan teknologi dunia. Valuasi Amazon pun sudah mencapai US$1 triliun.

Nah, kalau kamu masih bingung antara merealisasikan ide bisnis atau tetap kerja kantoran, coba saja metode Jeff Bezos tadi. Coba bayangkan saat kamu tua nanti, kamu bakal menyesal atau tidak bila menjalankan ide bisnis. Jawaban itu akan membantumu mengambil keputusan penting.