Belanja Online Orang Indonesia Capai Rp370 Triliun, Kalau Sedunia?

Kalau se-Indonesia belanja online capai Rp370 triliun, kalau dunia?
Kalau se-Indonesia belanja online capai Rp370 triliun, kalau dunia?

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan transaksi e-commerce masyarakat Indonesia pada 2021 akan mencapai Rp370 triliun. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp104 triliun bila dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp266 triliun.

Kenaikan ini tergolong konsisten karena pada 2019, transaksi di toko online warga +62 baru mencapai Rp206 triliun. Sedangkan pada 2018, transaksinya hanya menyentuh Rp106 triliun.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Maret 2021 yang mencapai Rp21,4 triliun atau tumbuh 42,46% (yoy). Selain itu, volume transaksi digital banking juga tumbuh 42,47% (yoy) dengan 553,6 juta transaksi.

Tak cuma di Indonesia, transaksi e-commerce di dunia juga diprediksi meningkat drastis. Dikutip Forbes awal Mei lalu, riset terbaru berjudul Adobe Digital Economy Index, memproyeksikan nilai transaksi di e-commerce tahun ini akan menyentuh USD4,2 triliun atau sekitar Rp60.900 triliun.

Proyeksi ini dibuat berdasarkan penjualan global pada kuartal pertama yang naik 38 persen secara tahunan yang mencapai USD876 miliar atau sekitar Rp12.702 triliun.

Adapun lebih dari seperlima nilai tersebut berasal dari transaksi e-commerce di Amerika Serikat yang mencapai sekitar USD199 miliar atau sekitar Rp2.885 triliun. Wah, ternyata Indonesia masih kalah jauh ya.

Terlepas dari itu, peningkatan belanja online ini membuktikan bahwa meski pandemi masih ada, pola konsumsi masyarakat mulai kembali normal. Hanya saja trennya memang bergeser ke online.

Selain lebih simpel dan aman, alasan di balik meningkatnya tren belanja di platform e-commerce adalah karena harganya yang juga kompetitif dibanding dengan risikonya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.