Belum Dapat SMS Penerima Vaksin COVID-19? Lakukan Hal Ini

Sudah cek SMS?
Sudah cek SMS?

Sudah cek SMS? Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengirimkan short message service (SMS) kepada calon penerima vaksin COVID-19 periode pertama pada 31 Desember 2020 lalu.

Calon penerima vaksin periode pertama ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan pekerja publik di seluruh Indonesia dulu.

Siapapun bisa mengecek apakah nama mereka sudah terdata atau belum sebagai calon penerima vaksin. Caranya:

1. Buka situs Peduli Lindungi dari ponsel atau laptop/PC.

2. Isi data di kolom yang tersedia berupa NIK KTP.

3. Isi kode captcha dan klik tombol Selanjutnya.

4. Nanti akan muncul informasi apakah namamu telah terdaftar sebagai calon penerima vaksin atau tidak.

Peduli Lindungi ini sebenarnya bukan situs baru. Sejak awal, situs dan aplikasi ini dibuat pemerintah untuk menangani pandemi.

Bagaimana Bila Belum Terdaftar?

Nah, buat kamu yang belum terdaftar, padahal memenuhi syarat untuk masuk periode pertama, pastikan sudah melengkapi data diri serta surat keterangan dari Kepala Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang menerangkan bahwa kamu adalah tenaga kesehatan dari fasyankes terkait. Kamu juga bisa mengirimkan data tersebut melalui email resmi Peduli Lindungi yakni vaksin@pedulilindungi.id.

Hati-hati Penipuan

Awas, jangan salah ya! ID pengirim melalui SMS blast adalah ‘Peduli Covid’. Nantinya penerima SMS akan diminta melakukan verifikasi, seperti pencocokan nama dan NIK.

Berikutnya, penerima vaksin akan melakukan registrasi ulang untuk status kesehatan dan memilih tempat serta jadwal vaksinasi. Nah, registrasi ini penting dan gratis.

Jangan sampai kamu terkena SMS palsu yang ujung-ujungnya meminta kamu mengirim sejumlah uang. Itu sudah pasti penipuan.

Jadi tingkatkan selalu kewaspadaan pada segala jenis penipuan. Tak terkecuali pada berita-berita bohong yang semakin meresahkan seperti soal vaksin ini.

Sejak 7 Desember 2020 lalu, sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac sudah tiba di Indonesia. Nah, Sinovac ini bukan satu-satunya seperti yang beredar di media sosial. Ada sejumlah vaksin yang telah dipasok pemerintah dan akan dipakai untuk melakukan vaksinasi massal kepada masyarakat, di antaranya Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer.

Semoga saja kehadiran vaksin ini benar-benar dapat memulihkan semuanya ya. Yuk perkuat benteng pertahanan. Jangan kendor dan jalani terus protokol kesehatan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.