Bohong sama Pasangan Soal Finansial Sama Saja Selingkuh?

Ilustrasi
Ilustrasi

Tahukah kamu kalau banyak penelitian yang menemukan bahwa masih ada pasangan yang menyembunyikan pembelian, rekening perbankan, bahkan sampai kartu kredit mereka? Malahan penelitian lain bilang kalau membohongi pasangan secara finansial itu merupakan salah satu bentuk perselingkuhan.

Waduh.

Salah satu penelitian tersebut dilakukan oleh National Endowment for Financial Education. Parahnya, gara-gara “perselingkuhan finansial” tersebut, dari 68 persen kesempatan, 16 persennya menyebabkan pernikahan berakhir. Soalnya berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2004, kebohongan finansial ternyata termasuk dalam KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), yakni KDRT Finansial.

Aduh, jangan sampailah ya.

Salah satu penyebab orang melakukan kebohongan finansial ternyata karena salah satu dari mereka punya kebiasaan berlawanan. Misalnya satu orang suka menabung, dan satunya lagi suka memboroskan uang.

Nah, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengubah kebiasaan pasanganmu yang boros. Ingatkan juga bahwa saat memutuskan untuk menikah, berarti kedua belah pihak sudah siap menerima pasangannya masing-masing apa adanya, termasuk segala kekurangannya. Siapa tahu dengan tidak boros, kamu juga bisa menghindari berbohong deh.

Lalu bagaimana cara mengajak pasangan untuk tidak boros? Perencana Keuangan Prita Ghozie pernah berbagi tips soal ini. Apa saja? Simak yuk.

Komunikasi

Kunci keharmonisan sebuah rumah tangga adalah komunikasi. Kamu boleh saja menerima kondisi pasangan yang punya kebiasaan boros, namun bukan berarti kamu harus diam saja ya.

Coba deh komunikasikan kepada pasangan bahwa caranya mengelola keuangan masih kurang tepat dan dapat membahayakan perencanaan keuangan keluarga di masa mendatang. Cari waktu yang tepat untuk menyampaikannya dan sampaikan dengan kepala dingin agar tidak memicu pertengkaran.

Buat tujuan keuangan secara rutin

Untuk menghindari pemborosan keuangan keluarga, kamu bisa mengajak pasangan untuk membuat tujuan keuangan secara rutin, misalnya setiap awal tahun. Jadi, kalian bisa menentukan apa saja yang ingin dicapai bersama selama satu tahun ke depan, seperti pergi liburan, beli kendaraan baru, ganti gadget, atau apapun yang kalian mau.

Umumnya pasangan yang secara bersama-sama menetapkan suatu target dalam bentuk tujuan keuangan, akan lebih disiplin dan berkomitmen untuk mencapainya. Sehingga kondisi keuangan lebih sehat dan terhindar dari pemborosan yang tidak diperlukan.

Buat komitmen investasi

Setelah menetapkan tujuan keuangan secara rutin, hal berikutnya yang perlu disepakati adalah komitmen untuk berinvestasi secara rutin. Agar proses menabung dan berinvestasi dapat berjalan secara konsisten, kamu bisa memanfaatkan fitur debit otomatis dari rekening penerima penghasilan ke rekening tabungan dan investasi.

Jadi, setiap kalian berdua menerima penghasilan bulanan, sejumlah uang yang memang ditujukan untuk tabungan dan investasi akan ditarik otomatis. Baru nanti sisa uangnya dikelola sesuai dengan terget dan tujuan yang telah kalian buat.

Buat rekening khusus

Mengubah kebiasaan dalam mengelola keuangan memang enggak mudah, lho. Tapi kamu bisa mencoba untuk memisahkan pengeluaran ke dalam beberapa rekening tabungan. Menurut Prita, idealnya setiap keluarga wajib memiliki 3 rekening tabungan.

Satu rekening digunakan untuk pengeluaran rutin harian dan transaksi bulanan, satu rekening untuk menyimpan dana darurat, dan satu rekening lagi khusus untuk operasional dan belanja pasangan.

Dengan membagi rekening sesuai peruntukannya, maka pengelolaan keuangan jadi lebih mudah dan akan meminimalkan risiko uang di pos lain terpakai untuk belanja yang sifatnya pemborosan.

Yuk coba tips di atas? Siapkan rekeningnya dulu.

Tenang, sekarang buka rekening baru gampang banget kok. Bisa lewat HP dan enggak perlu keluar rumah. Dapat hadiah pula.

Cara Buka Rekening Lewat HP

Buka Rekening Pakai BCA mobile, hadiahnya pilih sendiri.