Cairan Pemutih Bisa Jadi Disinfektan, Apa Rahasianya?

Ilustrasi
Ilustrasi

Tahukah kamu kalau cairan pemutih yang biasa digunakan untuk pakaian ternyata dapat diolah menjadi disinfektan?

Hal ini tengah jadi pembicaraan banyak orang. Apalagi setelah Najwa Shihab membagikan tips cara membuatnya melalui sebuah postingan di akun Instagram-nya.

"Nah ini ada tips dari dokter @nahlashihab yang bisa kamu coba saat #dirumahaja. Gunakan untuk menyemprot bagian-bagian yang sering disentuh di rumah kamu minimal 2 kali sehari ya," tulis Najwa.

Sebenarnya, apa sih rahasia dalam cairan pemutih sehingga bisa menjadi disinfektan?

Menurut informasi yang dibagikan Najwa tersebut, cairan pemutih baju atau Bayclin mengandung sodium hypochlorite (natrium hipoklorit).

Natrium hipoklorit ini pertama kali diproduksi pada 1789 oleh Claude Louis Berthollet di dermaga Javel di Paris. Metode yang dipakai adalah dengan melewatkan gas klor melalui larutan natrium karbonat.

Cairan yang dihasilkan dikenal sebagai “Eau de Javel” atau “Air Javel” yang merupakan larutan natrium hipoklorit lemah. Namun, proses ini sangat tidak efisien dan metode produksi alternatif terus dicari.

Menjelang akhir abad ke-19, E.S. Smith mematenkan metode produksi natrium hipoklorit yang melibatkan elektrolisis air garam untuk menghasilkan natrium hidroksida dan gas klor, yang kemudian dicampur untuk membentuk natrium hipoklorit. Ini dikenal sebagai proses kloralkali.

Proses tersebut yang kemudian disempurnakan dan digunakan hingga saat ini untuk memproduksi natrium hipoklorit dalam skala besar atau skala industri.

Namun, untuk membuat disinfektan dibutuhkan natrium hipoklorit dengan konsentrasi 0.5%. Jadi untuk mendapat konsentrasi yang sesuai, diperlukan pengenceran dengan air. Untuk membuat takaran yang tepat, kamu dapat mencampur 95 ml Bayclin dengan 905 ml air untuk membuat 1.000 ml / 1 liter cairan disinfektan.

Kemudian disinfektan tersebut dapat kamu semprotkan minimal 2 kali sehari (pagi dan sore) di benda-benda atau permukaan yang sering disentuh, seperti meja, gagang pintu, kunci, saklar lampu, telepon, keran air, dan lainnya.

Bagaimana? Tertarik mencoba? Lumayan lho bisa lebih irit.

Seperti kita ketahui, virus korona SARS-Cov penyebab penyakit SARS yang merebak di 2003 lalu memang bisa bertahan beberapa lama di sejumlah medium seperti kertas, kaca, plastik, aluminium, besi, dan kayu. Cek infografik yang dibuat Lokadata.id berikut ini.

Nah, meski untuk virus korona SARS-Cov2 penyebab Covid-19 masih diteliti, namun mengintip data dari Journal of Hospital Infection, diduga kuat bahwa virus baru ini pun bisa bertahan beberapa waktu di medium tertentu.

Jadi penting banget lho untuk membersihkan barang-barang yang berpotensi jadi medium perantara korona. Yuk, luangkan waktu kamu di rumah untuk meningkatkan gaya hidup bersih dan sehat.

Manfaatkan aplikasi BCA mobile untuk semua keperluan transaksi dari rumah, termasuk isi ulang saldo ojek online untuk pemesanan delivery. Cek tautan ini untuk tahu apa saja yang bisa dilakukan BCA mobile dalam mendukung kamu #BankingFromHome dan #DiRumahAja.