Cara Mudah Meraup Cuan dari Bayam Jepang

Bayam Jepang
Bayam Jepang

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat rupanya turut membuat tren gaya hidup sehat kian berkembang. Tak terkecuali di kalangan generasi muda.

Banyak generasi milenial yang mulai mencari panganan dengan label organik. Salah satunya adalah bayam Jepang atau yang sering disebut horenso.

Bagi kamu yang belum tahu, jenis sayuran ini termasuk tanaman sayur yang tumbuh di dataran tinggi. Horenso hanya bisa berkembang baik pada ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut. Meski berasal dari Jepang, sudah banyak kok petani Indonesia yang menanamnya secara hidroponik maupun konvensional dengan tanah.

Lantaran mempunyai pasar yang cukup besar, sayuran bertekstur unik ini digemari para petani. Banyak yang kemudian membudidayakannya di lahan yang tidak terlalu luas.

Cara merawatnya pun relatif mudah. Sekali panen, untuk lahan 120 meter persegi saja bisa menghasilkan 30-40 kg horenso, lho. Bahkan dalam seminggu, seorang petani horenso bisa menjual sampai 200-300 kg.

Nah, 1 kg horenso, umumnya dibanderol sekitar Rp18 ribu. Artinya dalam sebulan, petani bisa mengantongi omzet hingga Rp20 juta per bulan. Menggiurkan bukan?

Ini bisa menjadi peluang usaha bagi kamu. Pasalnya peminat dari bayam Jepang ini makin banyak, termasuk dari restoran, hotel, sampai supermarket. Malahan bila sudah sampai ke supermarket, harganya bisa melonjak hingga Rp25-30 ribuan per kg.

Bagaimana tertarik dengan bisnis sayuran dengan kandungan klorofil yang banyak ini? Bayam Jepang juga dipercaya bisa mencegah penyakit kanker. Makanya peminatnya banyak.

Salah satu restoran yang menyajikan menu dengan bayam Jepang adalah Chopstix. Nah, kamu bisa mencoba mampir ke salah satu cabang restorannya kalau penasaran. Coba menu Mie Ayam Kyoto ya. Sebab bahan dasarnya dari sayur horenso.

Apalagi saat ini sedang ada diskon khusus 20 persen untuk kamu yang menggunakan Sakuku BCA. Lumayan, kan? Klik tautan ini untuk info promo lebih lanjut ya.