Cara Tak Biasa Bintang NBA, Stephen Curry, Berinvestasi

Stephen Curry
Stephen Curry

Stephen Curry, pemain terbaik NBA dua kali, mulai terjun ke dunia bisnis dengan menaruh investasi di bidang teknologi. Kejeliannya melihat peluang di atas lapangan juga diterapkan di dalam dunia bisnis dengan membentuk perusahaan investasi bernama SC30.

Beberapa waktu lalu, Curry dan rekan bisnisnya, Bryant Barr, berbicara di konferensi TechCrunch’s Disrupt mengenai perusahaan investasi mereka. Perusahaan yang mereka bentuk tersebut sejauh ini sudah berinvestasi di delapan bisnis, salah satunya adalah SnapTravel yang memungkinkan pengguna memesan hotel melalui aplikasi pesan instan.

Seperti dikutip dari Inc.com, Curry membagikan beberapa kiatnya dalam berinvestasi yang tergolong berbeda dari banyak orang.

Jangan ragu melakukan sesuatu yang berbeda

Curry sangat mempercayai kemampuannya, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan, dan hal tersebut adalah kunci suksesnya. Terkadang melihat bagaimana sesuatu hal dikerjakan dan mengerti prosesnya adalah hal yang baik, namun Curry menghindari untuk melakukan hal yang sama seperti orang lain.

“Saya benar-benar mengadopsi konsep “ruining the game”, bagaimana saya bermain di lapangan adalah gambaran bagaimana bola basket seharusnya dimainkan. Saya suka menciptakan sesuatu yang baru dan hal tersebut yang coba saya bawa dalam setiap investasi saya,” ujar Curry.

Berani bergantung pada tim

Saat awal memulai bisnis, kamu sering berpikir bahwa semuanya dapat dilakukan sendiri. Meski telah membentuk sebuah tim, namun kamu tidak akan bergantung kepada mereka secara otomatis. Dalam hal ini, Curry menerapkan pengalamannya di dalam lapangan dan sadar bahwa ia membutuhkan anggota tim lain. Itulah mengapa akhirnya ia mengajak Bryant Barr, teman baiknya sewaktu kuliah.

Perjalanan karier keduanya sangat bertolak belakang. Barr merupakan lulusan sekolah bisnis dan bekerja pada perusahaan ternama, Nike. Namun, perbedaan itu dilihat sebagai hal yang berharga oleh Curry. “Kami mengerti perbedaan kami, dan kami memiliki nilai masing-masing,” tegasnya.

Semua pasti berlalu

Dalam konferensi tersebut, Curry mengungkapkan tujuannya secara jelas. Bukan hanya sekadar menjadi juara di lapangan, namun ia mulai fokus kepada apa yang akan terjadi setelah ia berhenti bermain. Tujuannya jelas, ia ingin membangun sesuatu yang dapat bertahan lama setelah kariernya di NBA berakhir.

Pelajaran paling berharga yang disampaikan Curry adalah semua pasti akan berlalu, meski yang saat ini dikerjaan merupakan passion kita. Saat hal tersebut berlalu, apa yang kita persiapkan dari sekarang akan menentukan langkah kita ke depannya.