Dampak Korona, Gaji di Bawah Rp16 Juta Bakal Bebas Pajak, Apa Kamu Termasuk?

Ilustrasi
Ilustrasi

Jagat media sosial sempat ramai meme-meme soal gaji di bawah Rp16 juta bebas pajak. Tanpa menggali informasi lebih dalam, banyak yang kadung senang dan langsung membagikan tautan ke kerabatnya.

“Kabar gembira, kabar gembira, para first jobber, fresh graduate, dan semua karyawan dengan gaji di bawah Rp16 juta bakalan bebas pajak,” begitu kira-kira komentar netizen.

Padahal semua itu “ada tapinya” lho. Jadi sebaiknya kamu tampung dulu semua informasi yang benar, baru kemudian berbagi pada sesama.

Begini. Informasi bahwa karyawan bergaji di bawah Rp16 juta akan dibebaskan dari pajak memang benar. Hal ini dinyatakan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dia bilang pemerintah akan menanggung pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan berlaku mulai April 2020 mendatang. Kata Ibu Menkeu, hal ini adalah salah satu paket stimulus kebijakan pemerintah untuk mencegah makin lambatnya perekonomian akibat virus korona. Jadi singkatnya, perusahaan atau karyawan untuk sementara enggak perlu memotong pajak penghasilannya alias bisa dapat gaji utuh.

Nah pertanyaannya, apakah kamu termasuk yang enggak dikenakan pajak? Simak yuk 3 hal yang perlu kamu tahu soal gaji di bawah Rp16 juta bebas pajak.

1. Berlaku untuk gaji paling tinggi Rp16 juta per bulan

Jadi ini benar ya bahwa pemerintah bakal menanggung 100 persen PPh pasal 21 karyawan yang punya pendapatan sampai Rp200 juta per tahun atau Rp16 juta per bulan. Di atas itu tetap kena pajak ya.

2. Hanya untuk industri manufaktur

Nah, ini dia. Ibu Menteri juga menegaskan kalau relaksasi PPh pasal 21 ini cuma berlaku untuk semua industri manufaktur, baik yang masuk dalam kategori Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) maupun yang non-KITE

Industri manufaktur ini rupanya jadi bidang yang paling kena dampak akibat korona. Harapannya sih, relaksasi ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Perusahaan yang bergerak di bidang ini juga bisa berkurang beban pajaknya.

3. Hanya berlaku sementara

Ini juga perlu dicatat. Kebijakan relaksasi ini cuma berlaku sementara. Ya kalau permanen yang ada nanti bisa berpengaruh pada penerimaan APBN. Apalagi nilai dari relaksasi PPh Pasal 21 ini diperkirakan sebesar Rp8,6 triliun lho. Angka ini dihitung berdasarkan estimasi kinerja perusahaan tahun 2019.

Ibu Menteri bilang kalau kebijakan ini kemungkinan akan diberikan selama enam bulan yang dimulai pada bulan April besok. Berarti kira-kira bisa sampai September 2020.

Itu tadi tiga hal yang perlu kamu tahu soal kebijakan bebas pajak untuk karyawan di industri manufaktur. Memang virus korona ini ternyata sangat memberikan dampak begitu luas ya.

Untuk kamu yang menjalankan usaha dan menemui kendala soal biaya, kamu bisa dapat kemudahan pinjaman modal dari perbankan. Salah satu yang sudah jadi pilihan banyak orang adalah Kredit Modal Kerja dari BCA.

Dengan jaringan bank yang tersebar ke seluruh Indonesia, Kredit Modal Kerja ini tersedia dalam berbagai pilihan produk. Penasaran apa saja? Klik tautan ini ya.