Dampak Maraknya Investasi Jepang di Indonesia

Sushi Jepang
Sushi Jepang

Mengutip data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Jepang adalah negara terbesar kedua yang getol menempatkan investasi langsungnya ke Indonesia.

Sampai bulan September 2018, realisasi investasi langsung Jepang ke Indonesia telah mencapai US$3,8 miliar atau 17,4% dari total investasi langsung yang masuk ke Indonesia. Investor Jepang telah menanamkan modal di 2.731 proyek di Indonesia.

Angka ini menempatkan Jepang sebagai investor yang kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura. Total investasi langsung Singapura di Indonesia adalah sebesar US$6,7 miliar.

Tahukah kamu apa perbedaan investasi langsung yang dicatat BKPM dengan investasi melalui portofolio yang dicatat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Realisasi investasi langsung sering disebut dengan foreign direct investment (FDI). FDI yang ditanamkan mereka bisa bermacam-macam seperti membangun pabrik, menambah kapasitas produksi pabrik, membangun smelter, membangun hotel atau infrastruktur lainnya.

Berbeda dengan investasi portofolio yang bisa ditarik kapan saja, FDI tidak. Memindahkan pabrik tentu tidak semudah memudahkan investasi di pasar keuangan bukan? FDI juga lebih banyak menyerap tenaga kerja sehingga lebih berdampak pada perekonomian nasional.

Apa dampak besarnya investasi langsung yang ditanamkan investor Jepang ke Tanah Air? Pertama adalah banyaknya ekspatriat dari Jepang yang bekerja di Indonesia. Kedua, tentu saja maraknya kuliner Jepang di sekitarmu. Masakan Jepang yang tadinya terasa tidak pas di lidah Indonesia menjadi makanan sehari-hari. Salah satunya sushi.

Apakah kamu menyukai makanan khas Jepang satu itu? Sudah pernah mencoba sushi di Isuka yang ada di Menara BTPN, Jakarta Selatan? Transaksi di Isuka menggunakan kartu kredit dan kartu debit BCA akan mendapatkan potongan harga khusus. Syarat dan ketentuannya bisa kamu perhatikan pada tautan berikut.