Facebook Diboikot, Kekayaan Mark Zuckerberg Menyusut Rp100 Triliun

Facebook
Facebook

Facebook sedang menghadapi boikot dari para pengiklan besar di Amerika Serikat. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu dianggap tidak mampu mengatasi ujaran kebencian pada platform media sosialnya.

Sebagai bentuk protes, sejumlah pengiklan besar, seperti Unilever, Verizon, dan Coca Cola, sudah mencabut iklannya di Facebook. Aksi ini memberikan dampak yang lumayan besar bagi kondisi keuangan Facebook.

Menurut laporan Bloomberg, saham perusahaan Facebook anjlok 8,3 persen pada akhir pekan kemarin. Rontoknya saham Facebook memuat nilai valuasi perusahaan berkurang sekitar USD 56 miliar.

Tak hanya itu saja, rontoknya saham Facebook juga berimbas ke Mark Zuckerberg selaku pemilik perusahaan. Dalam sekejap, kekayaan Zuckerberg menyusut sekitar USD 7 miliar atau setara Rp100 triliun.

Sebelumnya, pria berusia 36 tahun itu mengantongi kekayaan bersih sekitar USD 89,5 miliar. Sedangkan saat ini, Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Zuckerberg turun menjadi USD 82,3 miliar. Hm, kira-kira dia berasa enggak ya duitnya menyusut?

Aksi protes dan boikot yang sedang berlangsung ini membuat para petinggi perusahaan tersebut menjadi panik. Menurut Business Insider, Facebook telah menerbitkan memo eksternal kepada para pengiklan dan berjanji akan melakukan audit eksternal terkait sistem penangan ujaran kebencian di platform-nya.

Masalah yang dihadapi Facebook saat ini memberikan pelajaran berharga untuk banyak orang, terutama untuk kamu yang memiliki bisnis juga. Sangat penting untuk selalu menjaga bisnis dalam kondisi sehat, termasuk untuk hal-hal yang sensitif seperti ujaran kebencian, isu SARA, dan lain sebagainya.

Selain itu, kunci utama memiliki bisnis yang sukses adalah pengelolaan keuangan yang baik. Untuk memudahkan pengelolaannya, pilih layanan perbankan yang lengkap dan terpercaya, seperti KlikBCA Bisnis.

Dengan layanan ini, semua kebutuhan finansial bisnismu, mulai dari pengecekan saldo, rekening koran, pembayaran tagihan, multi auto-transfer, hingga bayar e-billing pajak bisa terkelola dengan baik.

Cari tahu lebih lanjut tentang KlikBCA Bisnis di sini.