Fenomena TikTok: Dulu Dibilang Alay, Sekarang Digilai Banyak Orang

Ilustrasi orang membuat video TikTok dengan ponselnya.
Ilustrasi orang membuat video TikTok dengan ponselnya.

Selain COVID-19, ada virus lain yang sedang menjadi wabah di Indonesia. Namanya TikTok.

Masih ingat kan kalau dulu main TikTok itu dibilang alay ? Tapi itu dulu. Sekarang sih beda lagi ceritanya. Dari artis, rakyat biasa, bahkan sampai pejabat negara saja berlomba-lomba ikut bermain.

Nah, tahukah kamu, sebelum TikTok menjadi viral seperti saat ini, ada sosok Bowo Alpenliebe yang berusaha mempopulerkan aplikasi tersebut. Tapi sayang, aksi-aksinya di TikTok disebut alay oleh banyak orang.

Bahkan, aplikasi TikTok sempat diblokir oleh Kominfo karena isi kontennya negatif dan dianggap tidak mendidik. Akibatnya aplikasi TikTok tidak berkembang dan seperti terlupakan begitu saja. Tapi, lihat sekarang. TikTok telah menemukan titik baliknya dan terus meroket.

Konten recehnya yang tidak ditemukan di platform media sosial lain membuat TikTok semakin digilai semua kalangan. Mulai dari dewasa, anak-anak, influencer, artis, hingga menteri pun ikut bermain. Orang yang dulu menghina mungkin sudah menjilat ludah sendiri kali ya.

TikTok merupakan aplikasi yang dibuat oleh perusahaan teknologi Tiongkok, ByteDance. Selain TikTok, ByteDance juga menciptakan sejumlah aplikasi populer di negara asalnya seperti Toutiao, WeChat, dan Duoshan

September 2016, ByteDance meluncurkan aplikasi video pendek di Tiongkok bernama Douyin. Hanya dalam setahun Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar penonton video per harinya, wow.

Douyin akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya TikTok ketika ByteDance merilisnya secara internasional. Dalam sekejap saja, TikTok sudah digilai orang-orang di berbagai negara seperti AS, Jepang, dan Thailand.

Pandemi tahun ini juga menjadi berkah tersendiri bagi TikTok, karena penggunanya terus bertambah dengan cepat, ibarat virus yang terus menginfeksi banyak orang. Menurut CNN, tahun ini TikTok telah menghasilkan $157 juta hanya dalam 3 bulan saja (Jan-Mar), luar biasa.

Apakah kamu juga salah satu penikmat konten di TikTok? Enggak usah malu kali. TikTok bisa menghibur kita, apalagi di saat pandemi seperti sekarang.

Nah, supaya keseruanmu tidak terganggu, pastikan kebutuhan kuotamu selalu terpenuhi ya. Kalau kuota habis, yuk isi sekarang, karena lagi ada promo #RamadanDiRumah nih.

Cek langsung promonya di tautan ini.