Gara-gara Gagal Fokus, Dunia Rugi US$450 Juta Per Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi

Generasi milenial sudah terkenal dengan kemampuan multitasking yang lebih super ketimbang generasi sebelumnya. Banyak pihak meyakini, generasi yang dimulai dari tahun kelahiran 1980-an ini punya produktivitas bagus gara-gara kerja multitasking.

Sayangnya, kabar itu enggak semuanya benar. Riset dari Bryan College menyebut kerja multitasking justru membuat milenial gagal fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. Akibatnya, produktivitas yang diharapkan naik malah turun.

Kerugian karena penurunan produktivitas ini pun termasuk jumbo. Per tahun, ekonomi global harus merugi hingga US$450 juta karena kerja multitasking dari milenial.

Menurut Bryan College, distraksi terbesar bagi gen milenial ini berasal dari perangkat digital. Rerata per jam, milenial bisa berpindah-pindah perangkat digital, dari smartphone ke komputer atau sebaliknya, sebanyak 27 kali.

Imbas gagal fokus saat multitasking ini lumayan bikin ngeri lho. Selain pekerjaan enggak selesai-selesai, IQ pun bisa turun. Penurunannya antara 10-15 poin. Lumayan besar kan?

Pakai trik Jeff Bezos untuk Tetap Fokus

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, dari dulu memang bukan penggemar kerja multitasking. Sebab, ia sudah menyadari bekerja banyak dalam waktu bersamaan bisa merusak fokus kerja.

“Aku enggak suka multitasking. Bila aku ingin baca email, ya, aku akan baca email saja,” katanya, seperti dikutip dari CNBC.

Manusia tertajir sedunia ini lebih memilih mengerjakan banyak pekerjaan secara berurutan ketimbang harus menyelesaikan banyak pekerjaan, tapi harus bolak-balik. Bekerja seperti ini lebih efektif dan efisien ketimbang multitasking.

Dengan bekerja ala Jeff Bezos ini, satu pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih fokus karena pikiran tidak terbagi antara pekerjaan satu dan pekerjaan lain. Kualitas pekerjaan pun lebih bagus daripada bekerja secara multitasking.

Focus booster dengan yoga, meditasi, dan terapi

Selain menghindari bekerja multitasking, cara memperbaiki penyakit gagal fokus bisa dilakukan dengan mengikuti kelas yoga dan meditasi. Kedua praktik tadi bisa membuat oksigen lebih banyak masuk ke otak sehingga kinerja otak makin maksimal. Meditasi dan yoga juga bisa bikin otak lebih berpikir mindfulness.

Selain itu, terapi pijat, seperti Seitai Therapy dari Jepang, juga bisa membuat otak lebih rileks. Terapi ini akan memperlancar aliran Qi dan darah sehingga mampu mencegah stres yang menyebabkan kurang fokus.

Kamu bisa mengunjungi Nakamura Holistic Therapy untuk menikmati Seitai Therapy tadi. Tenang, BCA memberikan promo menarik kok bila kamu membayar menggunakan Kartu Kredit BCA, Debit BCA, dan Kartu Flazz BCA. Info lebih lengkapnya klik di tautan ini ya.