Geliat eSports Sebagai Olahraga di Indonesia

Suasana saat press conference
Suasana saat press conference

Pada penyelenggaraan Asia Games 2018 lalu, ada satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Dewan Olimpiade Asia (Olympics Council of Asia OCA) menyertakan permainan video gim kompetitif atau eSports.

eSports tampil sebagai cabang olahraga eksibisi yang pemenangnya mendapatkan medali namun medali tersebut tidak ditambahkan ke klasemen umum.

Mengapa eSports masuk menjadi kategori olahraga? Beberapa pihak, seperti Presiden ESPN John Skipper menyebut eSports bukan olahraga namun hanya sebatas kompetisi dan bisnis. Namun, mereka yang sudah berkecimpung dalam eSports menilai seorang pemain (atlet) eSports dituntut untuk memiliki kondisi fisik dan ketrampilan yang mumpuni.

Agar bisa mendapatkannya, mereka perlu berlatih. Sekjen KOI, Helen Sarita, bahkan menyinggung unsur-unsur yang terkandung pada olahraga. Sekjen KOI Helen Sarita juga menyebut eSports adalah bagian dari olahraga karena memiliki nilai-nilai olympism, yang paling dasar yaitu menggunakan tenaga manusia.

Di Indonesia, konotasi bermain gim yang tadinya negatif kini mulai luntur karena e-sports membawa pembaharuan dalam hal kultur, khususnya setelah Asian Games. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan Bank BCA untuk ikut berpartisipasi dalam gelaran olahraga kekinian Piala Presiden 2019. Di dalamnya, ada kompetisi eSports.

“BCA melihat bahwa tren generasi milenial akan e-sport mulai berkembang. Tidak hanya menjadi tren di luar negeri, anak muda Indonesia bahkan memiliki keunikan tersendiri di bidang e-sport.

Fenomena global olahraga elektronik yang ternyata sudah dimulai pada tahun 1972 ini menjadi salah satu option yang cocok untuk anak muda jaman now. Hal ini tentunya memotivasi BCA untuk turut mendukung gelaran Piala Presiden yang menginisiasi kompetisi e-sport,” ungkap Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati saat konferensi pers.

Piala Presiden 2019 diinisiasi oleh sebuah Organisasi Liga Esports. Visi penyelenggaraan Piala Presiden adalah membangun Indonesia sebagai juara di segmen e-sport dan membangun ekosistem yang sehat untuk e-sport Indonesia. Format kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori yakni profesional dan regional.

Untuk kategori profesional, 12 tim dari IESPL akan diundang langsung. Mereka juga akan membuka registrasi untuk tim yang akan mengikuti babak kualifikasi. Untuk kategori regional, IESPL akan membuka kesempatan untuk tim yang ingin berpartisipasi yang akan mewakili delapan wilayah di Indonesia.

Delapan wilayah ini antara lain Palembang, Denpasar, Surabaya, Makassar, Manado, Solo, Pontianak, dan Bekasi. Jadwal kualifikasi di regional dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2019 mendatang.

Konferensi pers penyelenggaraan Piala Presiden juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Selain Inge Setiawati dari BCA hadir pula Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia (RI) Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI Triawan Munaf, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi dan Presiden IESPL Giring Ganesha.

“Kita punya 43 juta gamers. Namun, skill saja belum cukup kalau tidak didukung oleh segenap masyarakat,” sebut Rudiantara.

Dengan dukungan BCA terhadap Piala Presiden 2019 ini, kata Inge dapat menyumbangkan nilai sportivitas dalam olahraga kepada anak muda. Inge juga berharap hal ini dapat memperbaiki pengelolaan dan infrastruktur eSports di Indonesia.