Hobi Main Game Online Ternyata Bisa Datangkan Cuan

Social Media Week 2019
Social Media Week 2019

Jika kita tarik mundur sekitar lima atau tujuh tahun lalu, kebiasaan main game online masih identik dengan citra negatif dan sosok pemalas. Namun lihat sekarang, kondisinya sudah bertolak belakang 180 derajat.

Untuk kamu yang memang serius menekuni game online, kamu punya peluang untuk jadi jutawan.

Mobile Legend, PUBG, Garena of AOV, dan Clash of Clans tentu sudah tidak asing lagi terdengar di telingamu, terlebih jika kamu adalah salah satu pemain game online aktif. Jika dua atau tiga tahun lalu hanya Dota yang jadi jawara game online yang paling sering dimainkan, saat ini banyak bermunculan opsional game online yang bisa dipilih dan populer.

Tidak berlebihan rasanya jika dikatakan saat ini game online tengah menjadi primadona. Apalagi ketika game online sudah mulai dibawa ke ranah profesional bermetamorfosis menjadi esport dan diadakannya ajang-ajang kompetisi bergengsi, seperti Piala Dunia eSport, Piala Presiden, hingga dimasukkannya esport menjadi cabang olahraga di ajang olahraga tahunan Sea Games sejak 2018. Bahkan, konon juga ada wacana esport kalau akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020.

“Bisa dibilang, sekarang generasi milenial punya hobi dalam berbagai hal, esport salah satunya. Nah, mereka melihat esport sebenarnya sebagai ruang pembuktian untuk membuktikan diri mereka bisa berprestasi dan juga dihargai oleh orang lain. Buktinya, pemerintah saat ini juga memberikan dukungan yang tidak main-main,” ujar Adriane Pauline, Ketua Federasi Esport Indonesia.

Di Indonesia, perkembangan esport juga patut dipertimbangkan. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya ajang-ajang main bareng (mabar) dan juga kompetisi esport yang diadakan dalam skala lokal maupun nasional. Enggak main-main, untuk ajang-ajang mabar dan kompetisi esport banyak brand yang bersedia menyediakan hadiah yang cukup menggiurkan.

Dalam diskusi “ESports: The New Social Network” di acara Social Media Week Jakarta 2019, dikatakan bahwa perputaran uang sebagai hadiah untuk esport pada tahun ini tidak kurang dari Rp10 miliar.

Prestasi para atlet esport Indonesia pun enggak bisa dipandang sebelah mata. Kiprah mereka di dunia esport tidak jarang membuka pintu karier di dunia esport internasional. Bahkan, beberapa atlet esport Indonesia memutuskan untuk berkarier di time esport negara lain, seperti yang dilakukan oleh Yusuf 'Yabyoo' Kurniawan yang memutuskan bergabung ke Resurgence, tim Dota 2 asal Singapura.

Di tengah berkembangnya esport di Indonesia, ada keresahan tersendiri yang timbul di kalangan pemerhati dan pegiat esport, serta brand yang terlibat untuk menjaga esport agar bisa bertahan di Indonesia. Bukan sekadar menjadi tren yang bisa hilang dalam beberapa tahun ke depan.

“Untuk bisa sustainable, tentu kita juga perlu regulasi yang jelas. Ketika kami mengadakan event mabar di kota-kota kecil, banyak ditemui pemain-pemain game online yang usianya masih sangat muda. Menurut saya, regulasi di sini diperlukan untuk menghindari eksploitasi pemain-pemain muda yang masih belum mengerti apa-apa,” tukas Rendy Alimudin, Asistant Vice President BCA.

Nah, buat kamu yang hobi mabar enggak ada salahnya kalau hobi mainmu itu diasah dan dibawa ke ranah profesional. Dengan demikian, dari kegiatan tersebut, kamu bisa terus menekuni hobi namun bisa tetap berpretasi dan mendapat gaji pada saat bersamaan.