Ini Akibatnya Kalau Kamu Suka Pamer Kekayaan di Media Sosial

Ilustrasi
Ilustrasi

Disadari atau tidak, pamer kekayaan di media sosial terkadang kita lakukan. Baik di Facebook, Instagram, dan banyak media sosial lainnya, kesuksesan memiliki atau melakukan sesuatu yang mewah bisa membuat kita lupa diri.

Sebenarnya sah atau boleh saja kita mengungkapkan kebahagiaan kepada orang lain, baik secara langsung atau melalui akun media sosial. Mungkin tujuannya adalah menunjukkan kepada khalayak akan pencapaian yang sudah kita perjuangkan.

Hanya saja hal ini bisa menjadi multitafsir. Satu sisi, unggahan kita tadi memang bisa menjadi motivasi orang lain bahwa sesuatu, termasuk kekayaan, akan didapatkan dengan kerja keras. Namun tahukah kamu? Di sisi lain, pamer kekayaan rupanya bisa membuat diri kita menjadi boros.

Seperti dikutip dari Careers and Money, sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa seseorang yang sudah sering memamerkan kekayaan akan terus terdorong melakukannya. Tanpa memedulikan kondisi keuangannya, ia merasa harus konsisten menunjukkan apa lagi yang ia punya.

Dari kacamata psikologi manusia, memamerkan uang, kekayaan, atau harta benda mereka seperti mobil mewah, pesawat pribadi dan lain-lain adalah sebuah bentuk usaha untuk mendapatkan pengakuan. Hal ini dilakukan terutama bagi kaum muda yang telah memperoleh banyak kekayaan dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Analisis perilaku pamer kekayaan ini dapat diangkat dari berbagai latar belakang. Namun kebiasaan ini umumnya sering dikaitkan dengan ketidakmampuan mereka untuk memahami hubungan sosial dalam perspektif yang benar.

Beberapa orang kaya yang memamerkan uang atau kekayaan mereka kadang punya anggapan bahwa uang bisa mendatangkan mereka kebahagiaan. Dengan membeli barang-barang material mahal seperti mobil mewah, pesawat pribadi, dan lainnya, mereka hanya ingin mengatakan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka bisa bahagia.

Hanya saja ya itu tadi, perilaku ini bisa saja membuat kamu terdorong untuk terus memamerkan kekayaan di media sosial. Secara tidak langsung kamu terpaksa terus membelanjakan uangmu untuk hal-hal mewah demi mendapat pengakuan dari orang lain.

Akan lain ceritanya, bila kamu juga memamerkan hal baik dari kekayaanmu. Sebut saja seperti mendermakan sedikit kekayaanmu untuk orang yang membutuhkan. Efek psikologisnya pun akan memotivasimu dan banyak orang lain dalam konteks positif.

Nah, bulan Ramadan kemarin bisa kamu jadikan contoh. Kamu bisa menyisihkan penghasilanmu untuk zakat dan bersedekah di Bank BCA Syariah. Manfaatkan fitur zakat di setiap transaksi yang kamu lakukan yang hanya ada di BCA Syariah.