Ini yang Harus Dicek Saat Kamu Serah Terima Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi

Untuk urusan properti, kita tidak bisa main-main. Sebab, harga properti relatif jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan pokok lain. Sehingga kita benar-benar harus teliti saat membeli. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional mencatat, sebanyak 85,89% dari total aduan yang masuk pada Januari hingga Juni 2018 berasal dari sektor properti. Untuk menghindari sengketa seperti kasus-kasus tersebut kamu harus mengecek seluruh kondisi rumah sebelum proses serah terima dari pengembang.

Proses serah terima rumah merupakan pengalihan hak kepemilikan bangunan dari pihak pengembang kepada pembeli. Dari sisi hukum, kedua belah pihak setuju untuk menerima tanpa adanya unsur pemaksaan.

Oleh karena itu, pengecekan dilakukan supaya kamu mengetahui rumah tersebut apakah dibangun secara benar dan layak ditinggali atau sebaliknya, sebelum adanya kesepakatan yang mengikat secara hukum.

Apa saja yang harus dicek saat kita melakukan serah terima rumah?

Pertama bagian depan. Dinding dan pagar harus kuat dan tidak dibikin secara asal-asalan sebab bagian ini adalah tameng rumah kita dari pihak luar.

Kedua, area lain yang perlu diperhatikan adalah bagian atap. Jika retak, apalagi bocor, itu bisa jadi alasan kuat untuk menuntut perbaikan dari pihak pengembang.

Lalu sedikit masuk ke dalam, ke halaman dan garasi. Bagaimana sudut-sudut garasi, apakah memadai untuk memarkir mobil. Juga cek kondisi halaman, sebab bagian-bagian ini akan menjadi “wajah” untuk rumah kita.

Saatnya memasuki area dalam, seperti ruang tamu, ruang makan, kamar, dan ruang keluarga. Apakah dindingnya rapi, dengan finishing yang sesuai pesanan.

Cek juga kondisi penutup plafon, keramik lantai, pintu, dan jendela. Ventilasinya apakah mengalirkan udara dengan baik? Demikian juga dengan aliran listrik, apakah mengalir semua tanpa kecuali.

Lalu memasuki dapur. Bagaimana kondisi keramik, kerapian tempat mencuci piring, apakah ada tempat untuk menaruh alat-alat dapur. Terakhir adalah toilet atau kamar mandi. Apakah baknya rapi.

Drainase alias saluran air juga harus mengalir dengan sempurna. Ini kerap jadi masalah, tak lucu jika baru beberapa bulan rumah dipakai, WC sudah mampet.

Jangan lupa untuk mencatat kerusakan demi kerusakan yang kamu temui. Selanjutnya, kamu bisa meminta kepada pengembang untuk memperbaiki rumah sehingga sesuai dengan apa yang mereka janjikan saat kita baru membeli rumah.

Biasanya, pengembang akan memberikan garansi perbaikan jika kondisi rumah tidak sesuai atau rusak dalam jangka waktu tertentu. Juga jangan lupa mengecek bonus-bonus yang sebelumnya sudah mereka janjikan, misalnya AC atau televisi.

Itulah hal-hal yang harus diingat nanti, saat rumahmu sudah siap dihuni. Buat kamu yang sudah punya niat untuk membeli rumah tapi belum terlaksana, pastikan kamu jangan salah dalam memilih jenis pembiayaan. Pilihlah KPR yang memberikan kemudahan dalam pengajuan seperti KPR BCA.

Untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan konsumen dalam mengajukan KPR/ KPA, Bank BCA memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk mengajukan kredit secara online. Sedangkan jika bicara bunga, agar konsumen #BebasWorry selama tenor, KPR BCA menyediakan beberapa pilihan kredit dengan bunga menarik yang bisa disesuaikan dengan keuanganmu.

Tunggu apa lagi? Kamu cukup mengakses tautan ini dan menunggu untuk kembali dihubungi oleh tim KPR BCA.