Laga Italia vs Spanyol di Wembley Dipadati Penonton, Kok Bisa?

Kepadatan penonton laga Italia vs Spanyol di Stadion Wembley capai 60 ribu. Covid-19 ke mana?
Kepadatan penonton laga Italia vs Spanyol di Stadion Wembley capai 60 ribu. Covid-19 ke mana?

Laga semifinal Euro 2020 antara Italia versus Spanyol di Stadion Wembley, London, Inggris, dipadati penonton. Mereka yang datang ke stadion tampak tidak ada yang mengenakan masker maupun menjaga jarak.

Stadion Wembley ditunjuk sebagai tuan rumah babak semifinal Euro 2020. Stadion berkapasitas 90.000 penonton ini dijadwalkan menggelar dua pertandingan, yakni Italia vs Spanyol (7/7) dan Inggris vs Denmark (8/7).

Dini hari tadi waktu Indonesia, partai Italia vs Spanyol sudah berlangsung dan dimenangkan Italia lewat adu penalti. Yang menarik, jumlah penonton yang hadir diperkirakan mencapai 60.000 orang lebih.

Jumlah ini memang masih kalah banyak dibandingkan partai Hungaria vs Portugal pada babak penyisihan grup. Saat itu, ada lebih dari 67 ribu penonton yang datang dengan tidak mengenakan masker.

Pertanyaannya kok bisa, sih? Kenapa Indonesia belum bisa seperti itu?

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan hal itu sangat wajar. Ia justru menyayangkan masyarakat tidak melihat fenomena ini dari kacamata besar.

"Kita ini memang suka melihat bagian akhir, tapi jarang melihat proses," ungkapnya dalam program diskusi Overview bersama salah satu media online, Tribunnews.

Tonang mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah cakupan vaksinasi. Biar lebih jelas, kita kupas satu-satu yuk:

1. Penonton Sudah Vaksin dan PCR

Ada sejumlah aturan bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan langsung di stadion. Salah satunya adalah sudah dua kali mendapat vaksinasi komplit 14 hari sebelum laga.

Jika ada yang belum mendapat vaksin, penonton harus menjalani tes PCR dulu dan dinyatakan negatif dalam waktu 72 jam sebelum laga.

"Jangan dikira semua boleh masuk, tidak. Dan itu juga dibatasi, tidak full seperti dulu," imbuhnya.

2. Kapasitas Dibatasi 75 Persen

Meski sudah dites dan divaksin, jumlah penonton masih dibatasi 75 persen dari kapasitas stadion. Jika kapasitas Wembley adalah 90 ribu, maka perkiraan maksimal sekitar 60 ribuan.

3. Cakupan Vaksinasi

Dilansir Independent, cakupan vaksinasi negara-negara Eropa banyak yang sudah melebihi 50 persen dari jumlah penduduknya.

Misalnya Hungaria yang saat itu memecahkan rekor penonton. Jumlah penduduknya hanya 9,8 juta dan cakupan vaksinasinya sudah 5,3 juta orang. Masyarakat yang sudah dapat vaksin mendapatkan gelang vaksin sebagai pengganti kartu.

4. Cakupan Vaksinasi Indonesia Masih Rendah

Sementara cakupan vaksinasi di Indonesia masih rendah. Data dari aplikasi milik Kemenkes yang bekerja sama dengan Kominfo per hari ini (7/7), cakupan vaksinasi di Indonesia baru 32 juta orang.

5. Butuh Kesadaran, Niat Tulus, dan Gotong Royong

Tonang mengatakan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 ini, butuh niat tulus dan semangat gotong royong dari seluruh masyarakat untuk mengikuti program yang ada.

"Kita tidak boleh mengambil sisi mung golek nggon penak (hanya enaknya saja), tapi tidak mau melihat bagaimana rekasa-nya (susahnya), itu harus kita sadari bersama," ungkap Tonang.

Nah, sebagai anak muda penerus bangsa, mari kita bersama-sama kampanyekan vaksinasi di sekitar kita untuk memutus penyebaran COVID-19 .

Saat ini, pemerintah juga tengah menetapkan masa PPKM Darurat khususnya untuk Pulau Jawa dan Bali. Mari kita patuhi dengan di rumah aja jika tidak ada keperluan mendesak.

Sekarang banyak kok hal yang bisa dilakukan meski di rumah aja, termasuk dalam hal bertransaksi. Mau bayar-bayar tagihan, kirim-kirim dan beli makanan, atau sekadar transfer, semua bisa dilakukan dengan mobile banking dan internet banking.

Yuk kita mulai dari sekarang.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.