Makanan Sedap di Musim Hujan Ini Ternyata Sudah Berusia 2 Abad

Soto, salah satu kuliner khas terfavorit di Indonesia
Soto, salah satu kuliner khas terfavorit di Indonesia

Hujan-hujan begini enaknya memang menyantap makanan berkuah. Rasanya enak dan segar. Ditambah lagi dengan sambal yang pedas, pasti jadi sebuah kenikmatan hakiki.

Salah satu kuliner untuk musim hujan yang bisa kamu pilih adalah soto. Di Indonesia, kuliner soto ini banyak sekali variannya. Bahkan, tiap daerah punya ciri khas masing-masing.

Di Jawa Tengah saja, varian soto ini ada bermacam-macam. Ada soto Kudus, soto Semarang, Soto Purbalingga, Soto Pekalongan, Soto Boyolali, Soto Sokaraja, dan Soto Wonogiri. Di Tegal dan Pekalongan saja ada istilah Tauto, yang kepanjangan dari Tauco Soto.

Di Jawa Timur dan Jawa Barat pun tak kalah beragam. Ada soto Lamongan, soto Madura, soto Surabaya, soto Mi Bogor, soto Betawi, soto Bandung, dan lain-lain. Belum lagi di luar Jawa, varian ini juga banyak: soto Padang, soto Medan, Coto Makassar, dan lain sebagainya.

Nah, tiap daerah ini punya ciri khas masing-masing. Di Kudus, misalnya, soto biasa disajikan dengan nasi dicampur kuah, plus soon dan irisan daging ayam. Penyajiannya pun unik, yakni di mangkuk kecil dan sendok sup ala Tiongkok.

Lain lagi di Bogor, soto disajikan dengan mi kuning dengan irisan kikil, paru, dan jeroan sapi. Bisa tanpa nasi atau menggunakan nasi.

Itu baru dua daerah di Jawa saja sudah beda jauh ya, apalagi di luar Jawa, pasti perbedaannya lebih banyak. Soto ini memang ibarat simbol kebinekaan, beragam varian, tetapi tetap soto.

Ada fakta menarik nih seputar soto. Ternyata, soto sudah berumur dua abad dan bukan makanan asli Indonesia lho. Sejarah soto ini pernah disinggung oleh Denys Lombard, sejarawan asal Prancis, dalam bukunya Nusa Jawa 2: Silang Budaya Jaringan Asia (1996).

Menurutnya, soto dibawa pertama kali ke Nusantara oleh imigran China. Nah, nama soto ini berasal dari bahasa China dialek Hokkian, yakni cau do, jao to, atau cha utu. Bila diindonesiakan, kata-kata itu berarti jeroan dengan rempah-rempah.

Para pendatang ini membuka restoran dan rumah makan di pesisir Jawa sejak abad ke-18. Selain membuka warung makan, mereka juga berjualan berkeliling dengan gerobak, maupun dipikul. Dari situlah, masyarakat Nusantara mulai mengenal soto dan menyebar ke seantero Nusantara dengan beragam nama dan varian.

Bagaimana, jadi kepingin makan soto enggak? Ada promo nih dari BCA. Pakai Sakuku, Debit BCA, Kartu Kredit BCA, dan Redeem Reward BCA di Kedai Soto Ibu Rahayu kamu bisa dapat diskon 50%. Info lebih lanjutnya, kamu bisa klik tautan ini.