Mau Beli Ponsel Buat Kado Lebaran, Baca Ini Biar Enggak Menyesal

Ilustrasi
Ilustrasi

Demi memutus rantai penyebaran COVID-19 ke daerah, pemerintah telah mengeluarkan peraturan berupa larangan untuk mudik saat Lebaran. Meski belum semuanya, sejumlah warga mulai bersiap tak pulang ke kampung halaman tahun ini.

Amadea Nayunda (27) misalnya. Wanita muda ini adalah satu dari sekian perantau di Jakarta. Ia rela tak pulang karena lingkungan kerjanya berisiko menjadikan dirinya seorang carrier (sebutan untuk pembawa virus COVID-19 tapi dirinya sendiri tak positif).

“Untuk sementara enggak pulang dulu. Terlalu berisiko. Di sini mungkin aku bersih, tapi di perjalanan kita kan tidak tahu,” ujarnya pada Smart-Money.co.

Nayunda sendiri mengaku sedih tak bisa pulang ke rumahnya di Bukittinggi. “Ya paling video call saja. Nanti ibu kubelikan handphone dari sini,” lanjutnya.

Ya, Nayunda menambahkan bahwa dirinya sudah hitung-hitungan juga soal biaya mudik. Menurutnya biaya mudik ke Sumatera Barat bisa ia alokasikan untuk keperluan lain.

“Buat beli handphone juga masih nutup. Lagipula kudengar di berita, yang pulang kampung itu akan langsung berstatus ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan harus isolasi 14 hari. Duh, menyusahkan orang di rumah nanti,” tambahnya lagi.

Nayunda tentu bukan satu-satunya perantau yang tak mudik tahun ini. Bisa jadi ia juga bukan satu-satunya yang ingin membelikan HP baru untuk kado lebaran orang tua di rumah. Harga HP sekarang sudah banyak yang di bawah Rp2 juta kok. Kualitasnya juga sudah bagus.

Namun ada satu hal mahapenting yang harus kamu ketahui sebelum beli handphone. Masih ingat dengan wacana pemblokiran ponsel BM (black market) oleh pemerintah? Nah, meski sedang marak soal wabah COVID-19, aturan ini ternyata sudah mulai diterapkan sejak 18 April 2020 kemarin.

Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat Kemkominfo, Nur Akbar Said, telah memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana. Pemerintah dan para stakeholder enggak mau perangkat ilegal yang merugikan negara terus ada.

Ini artinya, kamu jangan beli ponsel BM atau tidak resmi lagi. Kalau tetap nekat, efeknya ponsel yang kamu beli tidak dapat menggunakan jaringan seluler dari operator, sehingga tidak bisa digunakan untuk komunikasi.

Enggak mau kan ponsel yang harusnya bisa menyenangkan orangtua malah berujung kecewa?

Iya sih, harga ponsel resmi memang sedikit lebih mahal dibandingkan ponsel BM. Tapi beli ponsel resmi sebenarnya lebih banyak untungnya daripada ruginya. Apa saja?

1. Punya Nilai Jual Lebih Bagus

Membeli ponsel resmi kamu akan mendapatkan layanan purna jual atau garansi resmi yang lebih terjamin. Sehingga, ketika ponsel yang dibeli mengalami kerusakan, kamu dapat mengajukan klaim perbaikan atau penukaran produk dengan lebih mudah.

2. Jadi Warga Negara yang Baik

Harga ponsel resmi yang dijual di Indonesia sudah termasuk pajak resmi yang disetorkan ke pemerintah. Pajak tersebut akan digunakan untuk mendukung program pemerintah yang nantinya dapat dinikmati kamu sendiri, misalnya untuk pembangunan infrastruktur.

3. Mendukung Distributor Lokal

Membeli ponsel resmi juga merupakan bentuk dukungan kamu terhadap distributor ponsel resmi di Tanah Air. Dengan begitu para distributor atau pemegang merek dapat mengembangkan usahanya untuk melayani pelanggan lebih baik lagi, seperti menambah jaringan penjualan, meningkatkan kualitas layanan perbaikan, hingga dapat menghadirkan produk terbaru lebih cepat.

Tuh, kan banyak keuntungannya. Bagaimana, berencana ingin beli kado HP untuk orangtua di kampung? Beli lewat online saja.

Tapi ingat, pastikan kamu sudah memilih e-commerce atau marketplace yang resmi dan terpercaya seperti Blibli, Tokopedia, Shopee, dan semacamnya.

Manfaatkan #BankingFromHome dari BCA untuk meminimalisir potensi terkena penipuan. Klik di sini untuk mengetahui cara mengamankan transaksi online.

Yuk bahagiakan orangtua dengan yang pasti-pasti aja.