Mengenal Hanaya Yohei, Chef yang Bikin Sushi Seperti Sekarang

Ilustrasi
Ilustrasi

Sushi sudah tidak asing bagi lidah orang Indonesia. Masakan asli Negeri Sakura ini sudah setengah abad lebih masuk ke Indonesia, yakni sejak restoran Jepang pertama di Jakarta didirikan pada 1969 yang bernama Restoran Kikugawa.

Sejak saat itu, sushi pun jadi makanan Jepang terfavorit di Indonesia. Sushi mengalahkan makanan Jepang lain seperti ramen.

Sushi sebenarnya sudah ada sejak abad ke-2. Makanan ini berasal dari China dan masuk ke Jepang. Saat itu, penduduk China memang kerap mengawetkan makanan. Misalnya saja, ikan yang diawetkan di dalam beras untuk menjaga cita rasa ikan. Saat menyantap, beras dibuang dan ikan siap dimakan.

Dari China, cara pengawetan makanan ini masuk ke Jepang. Terciptalah sushi. Namun jangan salah, sushi zaman dulu ini tidak seperti sushi sekarang. Porsinya sangat besar. Bila dibandingkan, 1 sushi zaman dulu setara dengan 9 porsi sushi era sekarang. Bisa dibayangkan seberapa besar porsi zaman itu.

Barulah di awal abad ke-19, sushi mengalami perubahan signifikan. Perubahan ini bertahan sampai sekarang dan menjadikan sushi sebagai ikon masakan khas Jepang.

Nah, sosok yang berhasil melakukan inovasi ajaib ini adalah Hanaya Yohei. Lewat tangan dingin Yohei, sushi yang tadinya besar dibuat lebih kecil dan simpel.

Yohei tidak membungkus ikan dengan nasi seperti sushi zaman dulu. Yohei menyajikannya dengan menaruh potongan daging ikan segar di atas potongan nasi berbentuk persegi panjang.

Selain mengecilkan ukuran sushi, Yohei juga mempersingkat waktu pembuatan sushi. Dulu, butuh waktu lama untuk bisa menyantap sushi karena proses fermentasi. Sekarang, sushi bisa disajikan lebih cepat.

Yohei mulai menjual sushi versinya pada 1824. Saat itu, sushi dianggap sebagai makanan ringan dan konsumennya pun rata-rata kelas pekerja Jepang. Warung-warung kecil pun banyak menjajakan sushi seperti yang dibuat Yohei.

Setelah Perang Dunia II, sushi kembali mengalami perubahan. Warung-warung kecil yang menyajikan sushi tutup. Beberapa yang bertahan mengubah konsep restoran sushi: tadinya untuk kelas pekerja, kini diubah lebih bersih dan lebih formal.

Perubahan ini juga mengubah mindset tentang sushi dari makanan kelas pekerja menjadi makanan mewah. Meski demikian, teknik penyajian sushi ala Yohei tetap bertahan hingga sekarang—yang dikenal dengan nama nigirizushi.

Jadi penasaran kan dengan rasa nigirizushi? Kamu bisa merasakan nigirizushi di outlet Genki Sushi. Dengan Kartu Kredit BCA, kamu bisa mendapatkan diskon 20%, khusus Senin-Jumat. Untuk info lengkapnya, kamu bisa cek di tautan ini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.