Mulai 1 Desember Belanja di E-Commerce Kena PPN 10%

Perhatian, akan ada PPN untuk produk tertentu di marketplace dan e-commerce.
Perhatian, akan ada PPN untuk produk tertentu di marketplace dan e-commerce.

Buat yang hobi belanja online, sudah tahu belum kalau mulai 1 Desember mendatang, transaksi di berbagai e-commerce termasuk e-marketplace akan mulai dikenakan PPN 10%?

Apa reaksimu?

Jangan panik dan kecewa dulu ya. Enggak semua produk yang kamu beli akan dikenakan PPN kok. Pemungutan pajak ini hanya berlaku untuk produk dan layanan digital saja, seperti voucher game, voucher layanan streaming, dan lainnya.

Khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut.

Dilansir IDXchannel, DJP Kemenkeu telah menunjuk 10 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Penunjukkan ini melibatkan sejumlah e-commerce ternama di Tanah Air, seperti Tokopedia, Blibli.com, Lazada, Zalora, dan Bukalapak. Jadi, jangan kaget ya kalau nantinya transaksi digital yang kamu lakukan akan lebih mahal 10% dari biasanya.

“Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN,” kata Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama dalam keterangan resminya.

Menurut Hestu, DJP Kemenkeu akan terus aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia untuk sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka menjadi Pemungut PPN produk digital.

Nah, jadi sudah jelas ya aturan ini berlaku untuk produk dan layanan digital yang disediakan oleh penjual luar negeri melalui marketplace yang ditunjuk. Untuk pembelian barang-barang lainnya akan tetap bebas PPN 10%.

Smart dalam Belanja

Ada pajak atau tidak, tetaplah smart dalam belanja. Dahulukan kebutuhan dibanding keinginan.

Supaya pengeluaran enggak boros, buatlah plafon belanjamu. Manfaatkan Debit BCA Mastercard. Soalnya dengan debit online ini, kamu bisa mengatur limit belanja sehingga bisa tetap hemat.

Caranya gampang kok. Tinggal login aplikasi BCA mobile di ponselmu, pilih 'Akun Saya' dan masuk ke menu 'Atur Limit'. Selanjutnya tinggal tentukan sendiri deh berapa limit transaksi yang diinginkan. Solutip, kan?

Klik di sini untuk atur limit debit online.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.