Paling Rentan Hadapi Pandemi, Siapa sih Kelas Menengah Itu?

Ilustrasi
Ilustrasi

Kelas menengah disebut-sebut sebagai kelompok yang paling rentan jatuh miskin gara-gara pandemi. Pasalnya fondasi finansial kelompok ini belum terlalu kuat. Apalagi mereka juga tidak masuk kriteria mendapat bantuan dari pemerintah.

Nah, sebelum membahas apa yang perlu dilakukan, tahukah kamu siapa sih yang masuk kategori kelas menengah? Sebab ternyata definisi kelas menengah itu banyak banget lho versinya. Kita kupas satu-satu yuk.

1. Bank Dunia

Bank Dunia mengatakan ada 115 juta orang Indonesia berada di kelas menengah atau hampir separuh dari total penduduk Indonesia di kisaran 260 juta. Kelas ini adalah mereka yang setiap hari mampu menghasilkan USD2 hingga USD13 (Rp26 ribu-Rp169 ribu).

2. Asian Development Bank

Menggunakan sisi expense, mereka yang mengeluarkan uang sebesar USD2 sampai USD20 (Rp26 ribu-Rp260 ribu) per hari sah disebut sebagai masyarakat kelas menengah.

3. McKinsey Global Institute

Menyebut kelas ini dengan nama “consuming class”, yakni mereka yang memiliki disposable income lebih dari USD3600 per tahun, atau USD10 (Rp142 ribu) per hari.

4. Financial Times

Kelompok menengah ternyata masih bisa dibagi-bagi lagi berdasarkan karakteristiknya. Mereka yang berada di spektrum bawah disebut fragile middle. Pendapatannya dari USD2 sampai USD4 (Rp28 ribu-Rp57 ribu) per hari.

5. Yuswohady

Dalam bukunya Consumer 3000 (2012), Yuswohady menyebut kelas menengah sebagai Middle Class. Mereka adalah para profesional, entrepreneur, ibu rumah tangga, pegawai negeri, dosen, arsitek, atau bankir dengan kemampuan daya beli tinggi. Tak ada pengeluaran spesifik yang ditentukan.

6. Boston Consulting Group

Pada 2013, dalam BCG Perspectives 2013: The Boston Consulting Group’s Center for Consumer and Consumer Insight (CCCI), kelompok ini disebut middle class and affluenct consumer (MAC).

Surveinya menyebut ada 74 juta orang di Indonesia (2013) dan diperkirakan mengganda menjadi sekitar 141 juta orang di tahun 2020. Selama periode itu, tiap tahun setidaknya 8-9 juta orang masuk ke kelas ini dari segmen di bawahnya.

Definisi kelas menengah memang agak bias. Klasifikasi kelas di masyarakatnya bersifat fluid. Itulah yang menyebabkan data mengenai kelompok ini sering berubah. Namun yang pasti, sedikit saja guncangan, kelompok ini bisa kembali ke garis kemiskinan dengan sekejap.

Maka dari itu, kelompok menengah harus berhati-hati pada keuangannya. Mereka harus aware dengan alokasi pengeluaran, investasi jangka panjang, hingga dana darurat.

Mengenai berapa dana darurat yang harus disiapkan, kamu bisa intip tips menarik yang sudah pernah dibuat Smart-Money.co di sini.

Untuk kamu yang berada di tengah-tengah, yuk lebih hati-hati lagi dengan pengeluaran kita.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.