Pedoman Isoman di Rumah Setelah Dinyatakan Positif COVID-19

Pedoman Isoman di Rumah
Pedoman Isoman di Rumah

Derasnya peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan tekan terakhir turut meningkatkan keterisian tempat tidur di rumah sakit di berbagai daerah. Hal ini membuat banyak pasien terkonfirmasi positif dengan kriteria tertentu boleh melakukan isolasi mandiri di rumah.

Adapun yang menjalankan isolasi mandiri adalah mereka yang yang dinyatakan positif dari hasil diagnostik, tapi tanpa gejala (OTG). Selain itu, pasien dengan gejala ringan juga memungkinkan melakukan isolasi di rumah.

Namun untuk pasien berusia di atas 60 tahun serta pasien dari segala usia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti gagal ginjal, diabetes, paru-paru, dan kanker harus berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum melakukan isolasi mandiri.

Rumah yang dijadikan tempat isolasi sebelumnya sudah harus diidentifikasi dan diverifikasi oleh petugas kesehatan setempat. Misalnya apakah rumahnya berlantai dua atau satu, apakah punya ruangan yang memungkinkan pasien isolasi meski ada anggota keluarga lainnya yang tidak terpapar.

Apakah ada ventilasi yang baik sehingga udara di dalam ruangan bisa berganti, apakah di rumah ada perlengkapan pengecekan kondisi tubuh, dan lain-lain.

Perihal kamar mandi dan tempat sampah pun harus diperhatikan. Begitu juga peralatan pribadi dan makan seperti piring, cangkir, peralatan makan, handuk, dan seprei harus terpisah dan rutin dibersihkan atau dicuci dengan sabun dan air.

Lalu apa saja yang harus dilakukan dan dicek setiap harinya? Apa saja yang perlu dikonsumsi? Dan sampai kapan masa isolasi mandiri dilakukan? Cek infografik di atas ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.