Penyebab Anak Muda 'Zaman Now' Jarang Punya Uang

Kesejahteraan Milenial
Kesejahteraan Milenial

Bank Sentral Amerika Serikat The Fed baru saja memamparkan hasil studi terbarunya. Dalam laporan tersebut, salah satunya disebut alasan generasi muda atau generasi milenial memiliki lebih sedikit uang dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Gaji kecil

Ketika memulai bekerja, mereka ternyata dibayar lebih murah, memiliki sedikit aset sehingga tentu saja akan hidup dengan lebih sederhana.

"Generasi X dan baby boomers memiliki pendapatan rumah tangga setidaknya 11-14% lebih tinggi sehingga dapat hidup dengan lebih layak," tulis laporan tersebut dikutip CNBC.

Gaji yang lebih rendah juga membuat mereka harus menabung dengan jumlah nominal yang lebih kecil. Beberapa milenial bahkan tidak bisa menabung. Sebagian lagi, justru masih hidup dengan bantuan keuangan dari kedua orang tuanya meski seharusnya sudah bisa mandiri secara finansial. Survei dari Country Financial di AS menyebutkan, seseorang berusia 21-37 tahun masih harus dibantu secara finansial oleh kedua orang tuanya.

Kondisi ini belum tentu menandakan bahwa mereka tidak bisa mengatur keuangan. Hanya saja, karena kondisi ini, mereka juga akan memiliki dana pensiun yang lebih kecil dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka terancam tidak akan hidup dengan sejahtera di masa tuanya.

Biaya hidup tinggi

Di samping itu, menurut Executiive Director Economic Hardship Reporting Project Allisa Quart, generasi milenial juga terbebani dengan biaya hidup yang lebih mahal termasuk biaya pendidikan. Laporan The Fed tersebut menyebutkan bahwa biaya pendidikan swasta dari tahun 1988 ke 2018 mengalami kenaikan 218% di AS. Di Indonesia, angkanya mungkin lebih besar.

Mahalnya biaya pendidikan membuat generasi milenial di AS telah terbebani dengan student loans. Student loans adalah kredit biaya pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Di Indonesia, belum ada students loan, membuat sebagian generasi milenial akhirnya tidak bisa mengakses jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Inflasi dan biaya kesehatan tinggi

Di samping itu, penyebab generasi milenial hidup dengan kesejahteraan yang lebih rendah salah satunya adalah karena inflasi dan juga mahalnya biaya kesehatan. Laporan JP Morgan Chase Institute menyebutkan bahwa tingginya biaya kesehatan saat ini membuat mereka akhirnya harus mengorbankan dana pensiun.

"Namun, laporan ini tidak menggambarkan keadaan yang buruk. Secara umum, generasi milenial memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan begitu, sebenarnya masih terbuka peluang karier ke depan bagi mereka," tulis laporan tersebut, masih dikutip CNBC.