Pikir Lagi Deh Kalau Mau Cuek Bebek Sama Tilang Elektronik

(Sumber: Samsat)
(Sumber: Samsat)

Setengah bulan lebih aturan tilang elektronik alias electronik traffic law enforcement (ETLE) mulai diberlakukan. Sekarang sih hukumannya memang cuma peringatan saja, tapi akhir Februari nanti, tiada ampun bagimu.

Untuk kamu yang sehari-harinya beraktivitas di Jakarta, lebih baik jangan cuek bebek deh. Sebab selain denda, kamu juga bisa kehilangan STNK dan SIM lho alias diblokir. Waduh, dijamin repot deh mengurusnya.

Biar enggak kena apes di tengah kepadatan agendamu, mending perhatikan deh 5 hal yang harus kamu ketahui soal tilang elektronik ini. Yuk ambil kopimu dan lanjutkan baca artikel ini.

1. Hukuman Berlaku Akhir Februari

Info dari akun twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, tilang elektronik ini bakal diterapkan di jalan-jalan protokol seperti Jalan Thamrin dan Sudirman. Masa sosialisasinya sendiri dilakukan sampai akhir Februari ini. Nah, nanti di akhir bulan, pas kamu sudah gajian, penindakan bagi yang melanggar bakal diberlakukan.

2. Jenis Pelanggaran Utama

Sekurangnya, ada tiga jenis pelanggaran yang bakal jadi perhatian utama. Pertama marka jalan. Sudah hapal kan arti dari lambang-lambang marka lalu lintas? Nah, patuhilah. Kedua, garis stop. Ini dia yang paling sering dilanggar. Jadi bersabarlah dan disiplinlah.

Ketiga, khusus motor, tentu saja helm. Bagi kamu pengguna ojek online, jangan malas pakai helm. Jangan cuma karena enggak rela rambutmu lepek, abang ojek yang kamu tumpangi jadi kena tilang elektronik.

Meski tiga tadi yang utama, bukan berarti pelanggaran lainnya diperbolehkan. Kalau kamu masuk jalur TransJakarta, lawan arah, apalagi ugal-ugalan di jalan, tetap kena tilang juga.

3. Kamera CCTV Banyak Banget

Jangan berpikir kalau cuma Jalan Thamrin dan Jenderal Sudirman saja yang bakalan ketat. Sebab Bapak Polisi dan Ibu Polwan juga sudah menambah 45 kamera tambahan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tambahan kamera CCTV ini umumnya diletakan di titik-titik mayoritas terjadinya pelanggaran seperti halte Transjakarta.

4. Cara Kerja e-Tilang

Jadi cara kerjanya itu CCTV bakal mengambil gambar pelanggaran sampai nomor pelat kendaraanmu. Foto tersebut lalu terkirim ke back office TMC Polda Metro Jaya yang tentu saja sudah diawasi.

Selanjutnya, petugas tinggal mengecek identitas kendaraan untuk mendapatkan siapa pemilik kendaraan tersebut. Kemudian kamu akan langsung dapat surat cinta alias surat konfirmasi tilang yang dikirim ke alamat sesuai data STNK. Dalam tujuh hari, kamu harus menjawab surat konfirmasi tersebut lewat situs etle-pmj.info. Kamu juga bisa mengirim blangko lampiran di surat klarifikasi ke petugas.

Ingat ya, cuma tujuh hari. Kamu harus cepat-cepat bayar denda tilang lewat transfer bank. Jadi no damai-damai ya.

5. Berani Cuek Bebek? Ini Akibatnya

Mau enggak peduli? Malas bayar denda? Siap-siaplah kehilangan STNK karena akan langsung diblokir saat ingin melakukan proses perpanjangan. Ini artinya, kamu harus cari alasan ke atasan untuk urus STNK yang terblokir. Dijamin deh harimu akan menyebalkan karena terbuang sia-sia cuma karena kesalahan sepele.

6. Ketahuan Sudah Bayar Pajak atau Belum

Ini dia. Jika kamu melanggar dan tertangkap kamera, database di kantor Polisi juga bakal menemukan status surat-suratmu apakah sudah bayar pajak atau belum. Jika belum, duh mimpi buruk banget deh.

Maka dari itu, jangan lupa bayar pajak. Sekarang bayar pajak kendaraan gampang banget kok. Soalnya kantor Samsat juga sudah kerja sama dengan BCA dalam memberikan layanan e-Samsat.

Fasilitas e-Samsat ini memungkinkanmu membayar pajak kendaraan bermotor secara online melalui Jaringan ATM BCA. Ada biayanya sih, tapi cuma goceng kok alias Rp5.000 saja. Daripada harus datang pagi-pagi dan antre ya kan? Belum lagi kamu jadi terpaksa beli bubur ayam, nasi uduk, dan bayar parkir saat datang ke samsat. Jadi kenapa harus ribet kalau ada yang online?

Klik tautan ini untuk informasi detai soal cara bayar pajak kendaraan secara online.