Rupanya Ini Alasan Mengapa 80 Persen Milenial Punya GOPAY

Pengguna aplikasi Go-Food memanfaatkan GOPAY untuk pembayaran.
Pengguna aplikasi Go-Food memanfaatkan GOPAY untuk pembayaran.

Hasil riset YouGov mengenai metode pembayaran menunjukkan saluran pembayaran digital GOPAY menjadi digital payment yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia saat ini. Menurut survei mereka, GOPAY memeroleh 80% ceruk pasar pembayaran digital di Indonesia.

Di tempat kedua ada OVO yang didukung GRAB dengan perolehan 60% responden. Namun survei juga menunjukkan bahwa rata-rata pengguna OVO juga memiliki GOPAY di ponselnya.

Menurut Director of Business Development YouGov Edward Hutasoit, ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran melalui saluran digital di Indonesia makin memiliki ceruk pasar yang sangat besar. Membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia, termasuk bertumbuhnya jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), turut memberikan andil.

"Penyebabnya karena semua intens memberikan promo. Masyarakat kita kan menyukai promo yah," ujar Edward, beberapa waktu lalu.

Masih kata survei, tingginya jumlah transaksi GOPAY karena didukung banyaknya merchant yang bekerja sama dalam aplikasi jasa pesan-antar makanan, GOFOOD.

Selain itu, faktor yang turut menentukan tingginya jumlah transaksi menggunakan GOPAY dilatarbelakangi pada kepraktisan alias tak perlu membawa uang tunai. Seperti yang kita tahu, kemudahan adalah hal yang paling utama di mata masyarakat, apalagi milenial. Semakin praktis dan mudah, semakin banyak peminatnya.

Untuk urusan top up GOPAY dan OVO pun sekarang sangat mudah. Mereka juga sudah bekerja sama dengan Bank BCA sehingga penggunanya bisa mengisi saldo kapan pun dan di mana pun.

Caranya mudah, kamu tinggal melakukan Top Up GOPAY melalui e-Banking BCA yaitu ATM BCA, KlikBCA Individu, dan m-BCA. Dengan maksimum top up sebesar Rp2.000.000, saldo kamu langsung masuk ke saldo GOPAY tanpa perlu menunggu proses validasi.

Yuk klik tautan ini untuk mengisi saldo GOPAY-mu.