Seberapa Efektif Masker dalam Mencegah Virus Korona?

Ilustrasi
Ilustrasi

Virus korona yang merebak dan menghebohkan seluruh dunia akhirnya tiba di negara kita. Namun masyarakat diminta untuk tidak panik, sambil melakukan tindakan pencegahan dengan meningkatkan gaya hidup sehat.

Sayangnya, kepanikan sempat terjadi. Masker tiba-tiba jadi barang langka. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi dengan alasan keterbatasan stok. Duh.

Sebenarnya, seberapa efektif sih penggunaan masker dalam mencegah penularan virus korona?

Menurut Dr. Eli Perencevich yang merupakan profesor ahli dari fakultas kedokteran Univeristy of IOWA, penggunaan masker ternyata tidak terlalu diperlukan. Baik itu masker bedah ataupun masker N95 yang harganya kini melambung tinggi hingga Rp2 juta per kotak.

Bukan saja tidak diperlukan, sang profesor bahkan mengatakan bahwa masker tak seharusnya digunakan terutama untuk orang yang sehat.

"Rata-rata orang yang sehat tidak memerlukan masker dan tidak seharusnya memakai masker. Tidak ada bukti penggunaan masker pada orang sehat akan melindungi pengguna dari virus korona.

Terkadang cara pemakaian masker juga salah, dan risiko terkena infeksi justru akan meningkat karena pengguna akan lebih sering menyentuh wajahnya," katanya seperti dikutip Forbes.

Menurut Dr. Perencevich, masker yang dibeli dan digunakan kebanyakan orang tidak dapat menghentikan virus korona masuk melalui mulut atau hindung. Virus korona ditularkan melalui tetesan, bukan dari udara.

Sedangkan masker yang beredar didesain untuk mencegah tetesan keluar, bukan sebaliknya (mencegah tetesan masuk). Sehingga, masker tersebut lebih cocok digunakan oleh orang yang sedang sakit agar tidak menulari orang di sekitarnya.

"Saat yang tepat untuk menggunakan masker tersebut adalah ketika kamu merasa sakit dan harus meninggalkan rumah. Ketika kamu merasa tidak sehat, flu, atau dicurigai terjangkit virus korona, segera pakai masker tersebut untuk melindungi orang di sekitar," tambahnya.

Setelah mendengar penjelasan Dr. Perencevich di atas kita dapat menilai efektivitas penggunaan masker di tengah penyebaran virus korona. Tidak perlu panik dan memborong masker-masker di pasaran. Gunakan masker tersebut hanya ketika kamu sakit atau merasa tidak sehat.

Nah, seperti disampaikan tadi, daripada memusingkan harga masker yang melambung tinggi, yuk jaga daya tahan tubuhmu dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan istirahat secukupnya.

Siapkan segala sesuatunya, termasuk melindungi anggota keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Daftarkan dirimu dalam program asuransi yang sekaligus bisa berinvestasi. Klik tautan ini untuk cara gampangnya.