Sederet Penelitian yang Menunjukkan bahwa Milenial Adalah Generasi Jalan-jalan

Generasi milenial
Generasi milenial

Jepretan demi jepretan foto bertema travelling seliweran di media sosial. Dari sekian banyak, sebagian besar ternyata dilakukan oleh Generasi M alias milenial. Dari situ kemudian lahirlah anggapan bahwa generasi ini adalah generasi jalan-jalan. Setujukah kamu?

Sebelum mengutarakan pendapatmu, mari kita coba simak beberapa survei dari sejumlah lembaga yang menyoroti fenomena generasi milenial ini.

Yang pertama ada dari lembaga Think Thank Turisme, ThinkDigital.Travel. Lembaga ini mengatakan generasi milenial merupakan generasi yang menganggap diri mereka memiliki sebuah hak yang hakiki sejak lahir, yaitu hak untuk melakukan perjalanan atau travelling. Spontan saja generasi ini menjadi pasar terbesar dari industri pariwisata modern.

Sama halnya dengan hasil penelitian dari lembaga riset industri pariwisata Phocuswright. Lembaga ini juga menegaskan asumsi tersebut bahwa Generasi M merupakan generasi yang paling sering melakukan perjalanan di antara kelompok umur yang lainnya.

Mereka malahan dinilai rela menghabiskan lebih banyak dana untuk layanan wisata dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Hal ini pun diyakini akan terus bertahan sampai 2020 mendatang. Di tahun tersebut, setengah dari perjalanan dunia dilakukan oleh generasi yang terdiri dari mereka yang lahir dari 1980 sampai 2000.

Ada lagi penelitian dari The Boston Consulting Group. Mendominasinya Generasi Milenial tak terlepas dari makin menuanya Generasi Baby Boomer. Bedanya, penelitian ini menemukan kecenderungan bahwa pengeluaran mereka terhadap biaya perjalanan akan berkurang hingga menjadi hanya sekitar 16 persen pada tahun 2020.

Penurunan akan terus terjadi pada tahun-tahun berikutnya dan memuncak pada 2025 ketika jumlahnya akan menurun menjadi 11 persen.

Nah, kembali merujuk pada data yang diambil dari laman ThinkDigital.Travel, generasi M rupanya tidak mengincar apa yang disebut barang mewah seperti mobil dan (sayangnya) rumah. Yang mereka cari adalah pengalaman atau sesuatu yang membuat mereka "dianggap" ada oleh lainnya.

Lembaga ini pun melaporkan bahwa 6 dari 10 generasi muda lebih suka menghabiskan uang mereka pada pengalaman daripada hal-hal material.

Hasil ini kemudian terkesan menguat ketika Lembaga Pariwisata PBB The World Tourism Organization (UNWTO) melaporkan bahwa industri pariwisata mengalami lonjakan sangat positif belakangan ini.

Menariknya lagi, lembaga dunia tersebut menyebut Asia Pasifik menjadi salah satu tujuan favorit generasi M. Hal ini terlihat naiknya indikator kedatangan internasional

yang mencapai 9 persen. Wah, angka ini berarti tertinggi di seluruh dunia.

Nah, bagaimana menurut kamu? Setuju atau punya pandangan lain?