Sempat Beredar Dua Versi, Ini 14 Aturan PPKM Darurat yang Benar

DKI Jakarta diprediksi akan kembali lengang menyusul diberlakukannya PPKM Darurat.
DKI Jakarta diprediksi akan kembali lengang menyusul diberlakukannya PPKM Darurat.

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini, membuat pemerintah kembali mengambil kebijakan dengan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penerapan kebijakan PPKM Darurat ini diumumkan langsung Presiden Joko Widodo melalui siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/7) kemarin. Rencananya, PPKM Darurat akan dilaksanakan di Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021.

Satu hari sebelum resmi diumumkan oleh Presiden, sempat beredar dua versi peraturan PPKM Darurat di internet. Hal ini tentu menjadi rancu dan membuat bingung banyak orang.

Inilah 14 poin aturan resmi PPKM Darurat yang benar:

1. Sektor non esensial wajib work from home (WFH) 100%.

2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring.

3. Untuk sektor esensial diberlakukan 50% kapasitas work from office (WFO) dengan prokes diperketat. Sedangkan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% WFO dengan prokes diperketat.

a. Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina covid-19, serta industri orientasi ekspor.

b. Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

c. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan pembatasan kapasitas pengunjung 50%. Apotik dan toko obat diizinkan beroperasi full 24 jam.

4. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup.

5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) diizinkan beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

9. Kegiatan senibudaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi konvensional dan online, serta kendaraan sewa) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

12. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan hasil Swab PCR (H-2) untuk pesawat serta Swab Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.

Yuk, tetap #DiRumahAja dan patuhi semua aturan PPKM Darurat di atas. Semoga badai pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas normal kembali.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.