Signal, Aplikasi Rekomendasi Orang Terkaya di Dunia

Elon Musk, orang terkaya di dunia.
Elon Musk, orang terkaya di dunia.

Beberapa waktu lalu, orang terkaya dunia yang baru, Elon Musk, mencuit kalimat: “Gunakan Signal!”. Spontan saja banyak yang penasaran apa itu Signal. Lalu mengapa seorang Elon Musk sampai merekomendasikannya? Kita bahas yuk.

Signal yang dimaksud adalah Signal Private Messenger. Ini adalah sebuah aplikasi berkirim pesan yang mendadak populer seiring blundernya WhatsApp. Jadi buat yang belum tahu, WhatsApp telah membuat kebijakan baru yang membuat banyak orang resah.

Kebijakannya yaitu memungkinkan penggunanya berbagi data ke Facebook. Tentu saja banyak yang tidak ingin datanya seperti nomor telepon, IP Address, lokasi, hingga informasi perangkat mobile yang digunakan terhubung semua ke Facebook.

Lalu seperti apa Signal yang direkomendasikan Elon Musk tersebut? Simak yuk:

5 Hal Soal Aplikasi Signal yang Perlu Kamu Tahu

1. Buatan Pendiri WhatsApp

Signal Private Messenger ini ternyata dibangun oleh Co-founder WhatsApp, Brian Acton. Ia meninggalkan perusahaan setelah Facebook mencaplok WhatsApp. Acton sendiri sudah mengucurkan dana investasi senilai USD50 juta untuk Signal. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan Signal hingga nanti menjadi pilihan banyak orang.

2. Fitur Lengkap

Sama seperti WhatsApp, Signal bisa mengirim pesan, foto, video, hingga pesan suara. Ada juga fitur panggilan video dan telepon. Sama kok.

3. Keamanan Dinilai Lebih Baik

Katanya keamanannya lebih baik karena setiap pesan terenkripsi dan diklaim anti sadap. Signal juga menjamin privasi penggunanya dan menjamin tidak akan banyak mengambil data pengguna seperti yang dilakukan WhatsApp saat ini.

4. Hadir dalam Berbagai Versi

Signal dapat diunduh di Play Store dan App Store. Selanjutnya tinggal melakukan registrasi menggunakan nomor telepon saja. Selain smartphone, Signal juga hadir dengan versi desktop untuk Linux, Windows, dan macOS.

5. Saham Salah Alamat

Ini lucu. Beberapa saat setelah Musk merekomendasikan Signal, saham sebuah perusahaan bernama Signal Advance meroket 527% dan mendongkrak harga sahamnya dari 60 sen menjadi USD 7.19.

Padahal saham perusahaan yang meroket tersebut bukan perusahaannya Signal yang Elon maksud. Kejadian ini bisa dibilang salah sasaran.

Signal Advance didirikan di Texas dengan nama Biodyne pada 1992 dan menyediakan pelayanan untuk tenaga medis. Perusahaan tersebut kemudian beralih ke pengembangan teknologi di bidang kesehatan dan mengganti namanya menjadi Signal Advance.

Kesalahan ini tentu menjadi berkah bagi perusahaan Signal Advance. Sebaliknya, perusahaan pembuat aplikasi Signal buru-buru mengonfirmasi bahwa publik telah salah sasaran melalui akun Twitter @signalapp.

Wah-wah. Kasus salah sasaran ini bisa jadi pelajaran berharga nih buat kamu yang mau berinvestasi saham.

Biar enggak kecele, baca yuk: Tips Pilih Investasi Saham.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.