SIKM Diganti CLM, Apa Perbedaannya?

CLM Jakarta
CLM Jakarta

Sudah pada tau belum kalau pengurusan SIKM atau Surat Izin Keluar Masuk sudah ditiadakan? Jadi sekarang yang dipakai adalah CLM atau Corona Likelihood Metric.

Lalu apa sih bedanya CLM dengan SIKM?

Pada dasarnya, keduanya punya fungsi berbeda. Jika SIKM tujuannya untuk membatasi pergerakan, CLM lebih ditujukan untuk pemantauan aktivitas masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, CLM merupakan sistem self-assessment berbasis aplikasi. Nantinya, masyarakat diminta untuk mengisi formulir secara jujur untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Hasil penilaian berdasarkan data yang diisi akan digunakan untuk menilai apakah seseorang aman untuk melakukan aktivitas di luar rumah atau tidak. Data yang harus diisi berupa data diri dan kondisi kesehatan terkini.

"Ini semacam self-assessment. Jadi kita mau mengimbau warga untuk mengisi CLM dengan sebenar-benarnya karena di sana hasil isian kita dinilai oleh sistem, kemudian diberi skor," kata Syafrin.

Apabila skor kurang dari ambang batas yang ditentukan, maka pengisi CLM tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar rumah. Sebaliknya, jika skornya di atas passing grade yang ditetapkan, maka rekomendasinya boleh bepergian.

Bagi yang memiliki skor di bawah passing grade aplikasi akan merekomendasikan orang tersebut untuk melakukan tes pemeriksaan COVID-19. Baik itu melalui rapid test maupun PCR.

Proses pengisian formulir CLM dapat dilakukan melalui aplikasi JAKI - Jakarta Kini yang tersedia untuk pengguna Android dan iOS. Jadi kamu memang harus unduh aplikasi ini, Guys.

Untuk info seputar aplikasi JAKI dan CLM kunjungi tautan ini.

Syarat Rapid Test untuk Menggunakan Maskapai

Namun saat ini, berapapun skor CLM kamu, kalau ingin bepergian dengan pesawat, tetap harus sudah melalui (minimal) rapid test terlebih dulu. Gampang kok.

Kamu bisa memanfaatkan layanan rapid test yang disediakan maskapai. Untuk daftar harga dan lokasinya silakan klik di sini.

Saat ini, masa berlaku rapid test sudah diperpanjang jadi 14 hari. Jadi pastikan lama pergimu tidak lebih dari itu ya. Soalnya jika lebih, maka kamu harus rapid test lagi.

Intinya, mau ke manapun kamu pergi, pastikan tetap menaati protokol kesehatan. Jaga jarak, bawa alat sanitasi, pakai masker, dan kurangi penggunaan uang tunai.

Manfaatkan lengkapnya fitur BCA mobile untuk semua keperluan transaksimu.

Biar lebih yakin, simak tips keluar rumah saat pandemi berikut ini.