Toxic Positivity, Ketika yang Positif Tak Selalu Baik

Toxic Positivity?
Toxic Positivity?

Mencoba memandang segala hal dengan positif memang sering dianggap hal yang baik. Tapi apa iya akan membuat kita bahagia?

Mungkin kamu perlu mempelajari dulu yang namanya toxic positivity. Dengan begitu kamu akan sadar bahwa memandang segala hal secara positif ternyata tak selalu berakhir baik.

Menurut Konstantin Lukin Ph.D, melalui tulisannya “Toxic Positivity: Don’t Always Look on the Bright Side”, toxic positivity adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan perilaku menjaga optimisme, harapan, dan suasana yang baik, meski berada dalam situasi negatif atau stres.

Kalimat seperti "Kamu akan baik-baik saja" atau "Ambil sisi positifnya" yang diucapkan kepada seseorang yang sedang tertekan, terpuruk, atau mengalami masalah merupakan beberapa contoh dari toxic positivity.

Ucapan penyemangat tersebut ternyata dapat menimbulkan dampak emosional bagi orang lain tanpa kamu sadari, lho. Alasannya karena orang tersebut dipaksa untuk tetap terlihat positif di masa penuh tekanan, sehingga tidak punya kesempatan untuk meluapkan emosi yang ia rasakan. Yang ada orang tersebut hanya akan semakin stres atau tertekan, kan?

Nah, maka dari itu keseimbangan merupakan kunci untuk menghindari toxic positivity. Ada kalanya kita perlu bersikap positif ketika hal tersebut dibutuhkan. Tapi ada saatnya juga kita perlu mengeluarkan unek-unek atau meluapkan emosi yang terpendam ya.

Bagaimana caranya?

7 Cara Ampuh Menghindari Jebakan Toxic Positivity

· Pahami bahwa emosi negatif merupakan hal yang normal dan bagian dari hidup semua orang

· Identifikasi emosi yang kamu rasakan ketimbang menghindarinya

· Cerita ke orang terdekat emosi yang kamu rasakan

· Minta pendapat dari orang yang berpandangan netral

· Berikan kesempatan kepada orang lain untuk meluapkan emosinya

· Belajar nyaman dalam menghadapi berbagai emosi negatif

· Jangan selalu merespon masalah orang lain dengan kata-kata yang positif

Nah, bagaimana menurutmu? Yuk ubah cara pandang. Daripada berpura-pura baik-baik saja, lebih baik belajar menerima kondisi yang ada dan berimprovisasi ketika semuanya tidak berjalan sesuai rencana.

Kita mulai dari sekarang ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.