Trik Agar Tidak Jadi Korban Kejahatan Kartu Debit

Kejahatan ATM Palsu
Kejahatan ATM Palsu

Belanja menggunakan kartu debit memang menyenangkan. Selain simpel karena tidak perlu membawa uang tunai, kamu juga tak pusing soal kembalian. Namun kartu debit bukan tidak tanpa ancaman kejahatan ya.

Meski penggunaan kartu debit hanya sebatas di dalam negeri, ternyata tingkat kejahatannya juga tidak kalah canggih dengan kartu kredit lho. Salah satu yang paling marak adalah pemalsuan kartu ATM.

Kejahatan jenis ini biasanya si pelaku kejahatan membuat kartu ATM palsu lengkap dengan magnetic stripe yang sudah berisi rekaman data dari kartu yang dipalsukan. Biasanya pelaku kejahatan juga sudah mengetahui nomor PIN dari kartu yang digandakannya.

Nah, sekarang mungkin di antara kamu ada yang bertanya kok bisa sih? Bagaimana pelaku kejahatan bisa membobol PIN ATM kita?

Dari kasus yang banyak terjadi, ada tiga modus yang harus kamu perhatikan. Yuk simak.

1. Mengintip Langsung

Modus yang pertama biasanya si pelaku mengintip calon korban dari belakang antrean. Cara melihatnya bisa macam-macam. Salah satunya lewat bahu korban yang sedang melakukan transaksi pada mesin ATM.

Modus ini sudah banyak terjadi lho. Biasanya ada di tempat-tempat yang letak ATM-nya terbuka seperti mal, tempat wisata, dan lain-lain. Itulah mengapa kamu dianjurkan menutupi tanganmu saat memasukkan nomor PIN.

2. Menggunakan Kamera

Modus berikutnya pelaku kejahatan memasang kamera kecil (spy camera) dan card reader pada mesin ATM. Kamera tersebut digunakan untuk mengintip atau merekam nomor PIN. Sedangkan card reader ini untuk merekam data dari magnetic stripe kartu ATM.

Nah, sejumlah mesin ATM memang sudah dimodifikasi dengan penutup. Tapi tetap harus waspada ya. Sebab modus kejahatan dengan alat magnetic card reader atau yang biasa disebut skimming ini masih saja memakan korban.

Biasanya alat ini menyerupai slot kartu pada mesin. Perhatikan jika bentuk slot kartu terlihat janggal. lalu Apabila lampu LED pada slot tidak menyala, ada baiknya untuk tidak menggunakan mesin tersebut karena ada kemungkinan sudah dipasang skimmer oleh pelaku kejahatan.

3. Software dan Stiker Palsu

Ini dia cara yang paling tidak disadari korban. Pasalnya bentuknya memang software perusak pada mesin ATM dan menyasar orang yang melakukan penarikan uang. Dari kasus yang pernah terjadi, umumnya mesin ATM yang sudah dipasang software palsu ini akan mati mendadak.

Selain software, pelaku biasanya juga sudah memasang stiker pengaduan palsu. Dengan begitu, nomor pengaduan atau call center yang tercantum pun palsu.

Maka dari itu, yuk lebih bijak dalam mengambil uang tunai di ATM. Tingkatkan kewaspadaan dan pastikan memilih menggunakan mesin ATM yang terpercaya.