Tukarkan, 6 Pecahan Rupiah Ini Tidak Bisa Dipakai pada 2021

Tukarkan uang lamamu sekarang, sebelum batas waktunya habis.
Tukarkan uang lamamu sekarang, sebelum batas waktunya habis.

Bank Indonesia (BI) baru saja merilis informasi batas waktu penukaran bagi masyarakat yang masih menyimpan enam pecahan uang kertas Rupiah tahun emisi 1968, 1975, dan 1977.

Melalui siaran pers yang dirilis Selasa (15/12), BI memberikan batas waktu penukaran hingga tanggal 28 Desember 2020. Setelah lewat dari tanggal tersebut, maka uang kertas Rupiah lama itu tidak akan berlaku untuk ditukarkan lagi.

Enam pecahan uang kertas yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana bunyi Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.20/54/KEP/DIR tanggal 4 Maret 1988, dan masih dapat ditukarkan hingga batas waktu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Rp100 Tahun Emisi 1968

2. Rp500 Tahun Emisi 1968

3. Rp1.000 Tahun Emisi 1975

4. Rp5.000 Tahun Emisi 1975

5. Rp100 Tahun Emisi 1977

6. Rp500 Tahun Emisi 1977

Untuk melakukan penukaran uang Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut, kamu bisa mengunjungi loket penukaran uang di kantor cabang BI terdekat. Jadwal penukaran dibuka setiap hari Senin s/d Jumat, mulai pukul 08.00-11.30 waktu setempat.

Nah, buat kamu yang masih menyimpan pecahan uang tersebut, yuk tukarkan sebelum batas akhirnya. Kecuali kalau kamu memang mau mengoleksinya ya.

BI memang secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang Rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan beberapa pertimbangan seperti masa edar uang atau adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.

Informasi selengkapnya mengenai daftar uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran dapat kamu lihat di tautan ini.

Masyarakat Mulai Beralih ke Cashless

Seiring kemajuan teknologi, masyarakat rupanya sudah mulai meninggalkan uang tunai. Meski demikian, Perum Peruri yang mencetak uang logam dan uang kertas Rupiah mengatakan pertumbuhan percetakan uang ternyata masih meningkat.

Dilansir dari website resminya, Direktur Utama Dwina Septiani Wijaya mengatakan uang kertas dan logam masih tumbuh 2-3 persen. Hal ini terjadi karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Akses teknologi belum tersebar merata hingga pelosok terluar, sehingga masyarakat setempat masih menggunakan uang kertas untuk bertransaksi.

Bagaimana dengan kamu? Masih menggunakan uang tunai?

Kemudahan Pembayaran

Beralihnya masyarakat ke uang nontunai kebanyakan memang karena kemudahan yang diberikan perbankan pada nasabahnya. Misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Bank swasta terbaik di Indonesia ini mencatatkan lonjakan pengguna layanan perbankan digital sejak 10 tahun terakhir. Bahkan, akibat pandemi COVID-19 , jumlah nasabah BCA yang menggunakan layanan mobile banking maupun internet banking semakin melonjak.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja yang baru meraih penghargaan “The Most Influential Leader” dari CNBC Indonesia, mengungkapkan bahwa sejak terjadinya pandemi corona, transaksi keuangan di kantor cabang hanya tersisa 1,5% dari total seluruh transaksi yang dilakukan nasabah.

Semua itu berkat adanya berbagai inovasi e-banking milik BCA seperti OneKlik, Sakuku, Flazz, KlikBCA, hingga BCA mobile dan lainnya. Bahkan kelengkapan fitur yang dimiliki BCA mobile bisa menjamin kamu bepergian tanpa bawa uang tunai, lho.

Intip Fitur-fitur BCA mobile di sini.

Yuk cashless biar enggak ribet.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.