Ukur Tingkat Kebahagiaan Kamu dengan Cara Ini

Kamu bisa mengukur tingkat kebahagiaanmu sendiri untuk bahan instrospeksi.
Kamu bisa mengukur tingkat kebahagiaanmu sendiri untuk bahan instrospeksi.

Pada Juli 2021 kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melakukan survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) untuk mengetahui Indeks Kebahagiaan Indonesia. Nah, tahukah kamu bahwa kita juga bisa mengukur tingkat kebahagiaan sendiri.

Namun sebelum membahas caranya, perlu diketahui dulu bahwa pengukuran Indeks Kebahagiaan oleh BPS pernah dilakukan pada 2014 dan 2017. Tahun ini, BPS akan melakukannya lagi untuk ketiga kalinya.

Sebagai gambaran, Indeks Kebahagiaan Indonesia pada 2017 lalu sebesar 70,69 persen. Artinya dalam skala 0-100, kondisi penduduk Indonesia dapat dikatakan cukup bahagia karena rata-ratanya di atas 50.

Tapi tentunya akan ada perubahan pada 2021. Adanya pandemi dan segala dampaknya diyakini memengaruhi tingkat kebahagiaan.

Sambil menunggu hasilnya, ternyata kita bisa lho mengetahui seberapa bahagia kita sekarang. Salah satu caranya dengan menggunakan beberapa komponen pertanyaan yang sudah disusun Prof. Ed Diener dari Universitas Illinois, Amerika Serikat berikut ini.

Komponen Pertanyaan untuk Ukur Kebahagiaan Pribadi

1. Secara umum dapat dikatakan hidup saya adalah ideal. (......)
2. Kondisi kehidupan saya sempurna. (......)
3. Saya puas dengan kehidupan saya. (......)
4. Sejauh ini saya telah mendapatkan hal-hal penting yang saya inginkan dalam hidup. (......)
5. Bila punya kesempatan hidup lagi, saya tidak akan meng¬ubah apa pun hidup saya saat ini. (......)
6. Saya tidak ingin mengubah kehidupan saya saat ini karena sudah pas. (......)
7. Meskipun saya punya uang tak terbatas, saya tidak ingin melakukan operasi plastik sama sekali. (......)
8. Bila dibandingkan dengan ide saya tentang “kehidupan sempurna”, kehidupan saya sudah sempurna. (......)
9. Saya puas dengan hubungan pribadi saya (dengan pasangan, keluarga, teman, lingkungan dan sebagainya). (......)
10. Saya puas dengan pilihan karier saya. (......)
11. Dibandingkan dengan orang-orang lain, saya sungguh beruntung. (......)
12. Bila melihat secara keseluruhan hidup saya, saya tergolong orang yang optimis. (......)
13. Tujuan-tujuan hidup saya pada umumnya dapat diraih dengan mudah. (......)
14. Saya menggolongkan kehidupan saya sendiri berada dalam status yang tinggi. (......)
15. Setelah mempertimbangkan semua hal, saya puas dengan kehidupan saya. (......)

Pilih satu angka jawaban menggunakan skala 1-7 dan isi di kolom tersedia.

1. Sangat tidak setuju
2. Tidak setuju
3. Agak tidak setuju
4. Bukan tidak setuju dan bukan setuju
5. Agak setuju
6. Setuju
7. Sangat setuju

Berikutnya, jumlahkan angka yang dituliskan di dalam tanda kurung.

1. < / = 50: Kamu tergolong orang yang sangat tidak bahagia.
2. 51-90: Kamu relatif bahagia
3. > 90: Selamat, kamu sungguh orang yang sangat berbahagia

Instropeksi untuk Mendapatkan Kebahagiaan

Nah, menurut Prof. Diener, bagi kamu yang hidupnya tidak bahagia, cobalah melihat kembali lebih jauh ke dalam diri. Jangan melihat orang lain.

Banyak orang menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Mereka tidak bahagia bila apa yang diharapkannya dari orang lain tidak terwujud.

Karena itu, untuk bisa bahagia, tidak bisa tidak, kecuali mengubah dasar pijakannya bahwa kebahagiaan kita tergantung pada diri kita sendiri. Bagaimanapun, kita tidak bisa mengubah orang lain. Sebaliknya, yang dapat kita ubah adalah diri kita sendiri.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.