Vaksin COVID-19 Jadi Kunci Tumbuhnya Optimisme Masyarakat

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

Badai pasti berlalu dan awan hitam tak lagi beradu. Mungkin begitulah kira-kira harapan masyarakat sekarang.

Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan Inventure bahwa 47,2% masyarakat optimistis pandemi COVID-19 akan berakhir di akhir 2020. Bahkan lebih dari separuh atau 51,4% responden juga percaya kondisi keuangan mereka akan kembali normal pada akhir 2021.

Optimisme ini tentu menjadi kabar gembira setelah kurang lebih 9 bulan lamanya SARS CoV-2 atau yang biasa dikenal dengan virus corona melanda perekonomian Indonesia. Pelan-pelan, masyarakat pun bersiap menghadapi tahun kebangkitan yang memang sudah mulai terlihat.

Salah satu indikasi yang membuat masyarakat yakin dan optimistis adalah adanya perkembangan vaksin COVID-19. Seperti diketahui, saat ini tim uji klinis yang digawangi Bio Farma sudah memberikan vaksin Sinovac pada 1.620 relawan.

Head of Planning and Business Strategy Division PT Bio Farma Persero, Iin Susanti, mengonfirmasi hal ini dalam acara Indonesia Industry Outlook 2021 Conference (4/11). Menurutnya, jika tidak ada kendala berarti, vaksin sudah mulai bisa didistribusikan pada Januari 2021.

“Hampir 6 bulan ini seluruh resource kita fokuskan bagaimana menghadirkan vaksin di Indonesia. Saat ini uji klinis masih dilakukan di Bandung,” terangnya.

Update terbaru yang diberikan Iin mengungkapkan bahwa semua relawan sudah mendapatkan suntikan pertama. Bio Farma mengonfirmasi bahwa tidak ada efek samping berat yang ditemukan. Kalaupun ada, sifatnya masih relatif normal seperti bengkak, sakit kepala ringan, dan lain-lain. “Efek samping seperti ini sama seperti halnya vaksin-vaksin lain,” ujarnya.

Iin melanjutkan bahwa setelah proses uji klinis selesai, nantinya akan dilaporkan ke BPOM. “Dari sana nanti akan dilihat dan bila sudah ada emergency approval yang menyatakan bahwa vaksin ini harus segera hadir, maka Januari 2021 sudah bisa didistribusikan,” paparnya.

Kabar gembira inilah yang kemudian menyuntikkan semangat dan optimisme dari masyarakat, termasuk para pelaku bisnis. Apalagi sudah cukup lama pandemi COVID-19 melumpuhkan perekonomian dunia.

Epidemolog Expert Universitas Indonesia, DR. Pandu Riono, mengamini dan mengapresiasi kabar gembira ini. Menurutnya, tidak hanya Indonesia, seluruh dunia menantikan datangnya harapan ini.

“Sekarang tantangannya adalah bagaimana memastikan distribusi vaksin bisa sampai ke titik yang paling membutuhkan, mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya yang juga menjadi pembicara dalam acara yang dinisiasi Inventure tersebut.

Pentingnya kehadiran vaksin dalam pemulihan perekonomian ini juga sempat disinggung Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang juga memberikan sambutan di awal acara. Ia pun mengapresiasi terhadap semua elemen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam membantu menopang jalannya ekonomi negara dengan cara masing-masing.

“Untuk bangkit dari keterpurukan duo krisis kesehatan dan ekonomi dibutuhkan kerjasama semua elemen bangsa untuk mengatasinya, termasuk kalangan entrepreneurs dan pelaku usaha,” ujar Airlangga yang juga pernah menjabat Menteri Perindustrian tersebut.

Sebelumnya, Managing Partner Inventure, Yuswohady juga menyampaikan bahwa inilah saatnya untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi. Hal ini pun sesuai dengan tema besar acara Indonesia Industry Outlook #IIO2021 Conference, yakni 2021: It's Time to Win-Back "Reimagine, Recover, Regain".

Acara ini sendiri berlangsung dari 4-6 November secara virtual. Kamu masih bisa bergabung dan menyaksikan bagaimana 40 pembicara CEO/BOD dari 40 industri utama di Indonesia seperti: banking, telekomunikasi, properti, FMCG, retail, hingga UKM berkumpul dan saling berbagi mengenai strategi memulihkan ekonomi negeri ini.

Tunggu apa lagi? Segera kunjungi www.indonesiaindustryoutlook.com.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.