5 Sumber Ide Bisnis yang Disukai Investor

Ilustrasi
Ilustrasi

Mencari ide sebenarnya gampang-gampang susah. Malah saking gampangnya, kita bisa saja punya banyak ide untuk bisnis yang menguntungkan. Namun susahnya, ide-ide tersebut ternyata belum tentu disukai investor.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana sih memastikan bahwa ide-ide kita itu diterima atau setidaknya mendapat perhatian dari investor? Nah, mungkin ada baiknya kamu mendengar masukan dari Melisa Irene, Partner wanita pertama di East Venture.

Dalam acara BCA Young Conference 2019 yang digelar beberapa waktu lalu, Melisa mengatakan kalau sebenarnya ada hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam menemukan ide. Hal-hal ini umumnya disukai para investor sehingga kesempatan untuk ide kamu diterima bisa lebih besar.

Penasaran? Yuk simak beberapa hal penting yang perlu kamu lakukan untuk menemukan ide apa yang mereka sukai.

1. Riset Bisnis dan Produk

Ini penting karena berhubungan dengan data dan peta peluang bisnis. Dengan riset dan persentase, ide kamu akan dianggap terukur dan berpotensi diterima pasar.

Nah, zaman sekarang, pastikan riset kamu ini disampaikan dengan teknologi digital ya. Bukan semata-mata agar tampak lebih keren, tapi membuktikan bahwa riset kamu merupakan yang terkini.

2. Menggunakan Masalah Tiap Orang

Ide yang disukai investor, kata Melisa, adalah ide yang berangkat dari masalah di kehidupan tiap orang. Investor itu percaya bahwa semua orang pasti punya masalah, dan masalah tentu membutuhkan solusi.

Nah, pastikan bahwa ide kamu adalah solusi dari masalah-masalah tersebut. Masalahnya sendiri bisa macam-macam kok, termasuk kebutuhan sehari-hari.

3. Lihat Kesuksesan Bisnis Orang

Sebelum menemukan ide, ada baiknya kamu juga melihat track record orang lain. Jika ide kamu kurang lebih mirip dengan model bisnis yang sudah ada, maka kamu harus punya keunggulan lain.

Ini artinya, kamu perlu tahu dulu bagaimana orang lain bisa sukses di bidang yang kamu pilih. Lihat bagaimana mereka bertahan. masih masuk akal atau tidak ke depannya.

4. Lihat Kekurangan Pesaing

Setelah melihat kesuksesan orang lain, cari juga kekurangannya. Ingat poin kedua tadi, investor menyukai solusi dari tiap masalah.

Jadikan kekurangan pesaing sebagai masalah. Kemudian saatnya kamu datang sebagai pembawa solusi. Umumnya, kekurangan dari pesaing lama adalah teknologi. Kamu bisa memanfaatkan hal ini dengan membawa teknologi baru.

5. Ikuti Perkembangan Tren

Ini dia poin terpenting berikutnya. Sebagai pendatang baru, kamu harus tahu bahwa investor tentu sudah banyak menerima ide-ide dari calon pebisnis seperti kamu. Maka dari itu, pastikan bahwa ide kamu nanti tidak ketinggalan zaman.

Investor umumnya tidak suka melawan arus. Sebaliknya, kredit lebih akan diberikan ke kamu apabila mengikuti arus perkembangan sehingga mereka akan melihat bisnis kamu bakal bertahan lama di masa depan.

Nah, itu tadi beberapa hal yang harus kamu dalam sebelum menentukan sebuah ide untuk dibawa ke investor. Sudah siap menjadi pebisnis?