Anak Muda Ini Jadi Miliarder karena Jualan Mainan Kotak Buta

Wang Ning, tukang mainan yang jadi milarder ternama.
Wang Ning, tukang mainan yang jadi milarder ternama.

Banyak yang memandang jualan mainan itu bisnis receh. Soalnya produk-produknya bukan barang kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan.

Padahal seperti semua bisnis, kalau kamu berinovasi dan tahu trik jualan yang tepat, kamu bisa meraup untung yang besar.

Seperti yang dilakukan Wang Ning (33 tahun), pengusaha muda asal China yang mendirikan sebuah brand mainan bernama Pop Mart. Dilansir Forbes, Pop Mart baru saja menjual saham perdana (IPO) di Hongkong pada 11 Desember lalu.

Rupanya, IPO tersebut laris manis. Sekarang nilai perusahaan Pop Mart sudah mencapai US$6,9 miliar. Nah, sebagai pendiri, Wang yang punya saham nyaris 50 persen, kekayaannya mencapai US$3,2 miliar atau sekitar Rp45 triliun.

Lantas kok bisa sih perusahaan mainan sesukses ini? Apalagi di zaman ketika anak-anak lebih suka mainan gadget seperti smartphone dan tablet. Apa kuncinya?

3 Kunci Sukses Pop Mart

1. Inovasi

Wang adalah pelopor dari mainan "kotak buta". Jadi di dalam kotak buta itu ada action figure yang harganya sekitar Rp12 ribuan. Namun pembeli tidak tahu action figure seperti apa yang ada di dalam kotak tersebut. Makanya dinamakan "kotak buta".

Siapa sangka, misteri dan rasa penasaran dari pembeli jadi kunci sukses Pop Mart. Malahan tahun ini, salah satu action figure seri Dimoo jadi salah satu produk paling laris di China. Action figure berupa alien yang kepalanya seperti permen kapas ini banyak diburu mulai dari anak kecil hingga dewasa.

2. Mudah Didapatkan

Salah satu strategi lainnya yang membuat “Kotak Buta” laris adalah mainan ini mudah didapatkan. Ia punya 136 toko yang tersebar di 33 kota Tiongkok.

Kini, bermodalkan IPO yang sukses besar, Wang berniat melakukan ekspansi ke luar negeri. Ia juga ingin menambah 183 toko baru lagi di China pada 2021. Bukan main, ya?

3. Online

Awalnya ia hanya mengandalkan toko fisik untuk jualan. Pada 2016, usaha yang ia dirikan ini nilainya mencapai US$22 juta. Di tahun berikutnya, angkanya melonjak tiga kali lipat.

Namun begitu pandemi datang di akhir 2019, Wang sempat frustasi karena tokonya terpaksa ditutup. Ia pun mengalihkan strategi marketingnya ke online. Upayanya berhasil.

Jika sebelumya penjualan secara online hanya menyumbang 10 persen. Sekarang sudah naik 30 persen.

Itulah 3 kunci yang membuat Pop Mart sukses bukan main. Tertarik mengikuti jejaknya?

Pernah Jadi Karyawan

Meski sekarang sudah jadi pengusaha sukses, ia dulu pernah bekerja di sebuah perusahaan media digital. Ia lantas mendapat kesempatan untuk mempelajari bisnis perusahaan mainan, Gashapon.

Perusahaan asal Jepang ini juga memiliki konsep menjual mainannya secara acak dalam sebuah kapsul. Dari situ ia mendapat inspirasi dan menyulap peluang yang ada jadi sebuah ide bisnis yang brilian. Lulusan Universitas Zhengzhou ini kemudian mendirikan Pop Mart pada 2010, saat usianya baru 23 tahun.

Menurut Wang, jatuh bangun saat menjalani bisnis adalah hal biasa. Menurutnya, pengelolaan keuangan bisnis memegang kunci penting untuk keberlangsungan usahanya.

Dari sini kita juga bisa belajar untuk tidak mencampur keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Sebab lebih dari 50 persen bisnis yang berusia pendek adalah karena masalah buruknya manajemen keuangan.

Yuk jadi entrepreneur yang pandai mengelola uang. Manfaatkan KlikBCA bisnis agar keuangan bisnismu teratur dan terekam dengan baik.

KlikBCA bisnis dapat memudahkanmu memantau arus keluar masuk uang dengan lebih praktis. Fitur-fiturnya juga lengkap, mulai dari pengecekan saldo, rekening koran, pembayaran tagihan, multi auto-transfer, bayar e-billing pajak juga, dan masih banyak lagi.

Cari tahu lebih dekat soal KlikBCA bisnis di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.