Andika Sutoro, Dulu Jualan CD, Sekarang Jadi Investor Saham Sukses

Andika Sutoro (potongan gambar dari channel YouTube Andika Sutoro Putra)
Andika Sutoro (potongan gambar dari channel YouTube Andika Sutoro Putra)

Perjalanan Andika Sutoro Putra menjadi investor saham sukses memang tak mudah. Mulai dari jualan baju sampai CD, ia lalui dengan ulet dan sabar. Kini, banyak investor muda ingin seperti dirinya.

Ya, Andika memang tidak mendapatkan kekayaan dalam semalam. Awalnya ia hanya anak dari keluarga sederhana yang punya mimpi ingin menjadi seorang miliarder. Di benaknya, tak ada cara yang lebih baik selain berusaha dan pantang menyerah. Hal itu ia pelajari dari keuletan ayahnya yang juga seorang wirausaha.

Ayahnya pernah bekerja di bengkel. Lalu beralih ke jual beli mobil. Keuntungan dari situ ia pakai untuk membuka penyewaan CD. Hingga akhirnya ayahnya bisa membangun bisnis burung walet.

Andika pun mengikuti jejak sang ayah. Ia mencoba peruntungan jualan pakaian secara online. Namun upayanya gagal. Ia lalu kepikiran untuk menjual CD berisi suara burung walet.

Namun tiga bulan pertama CD-nya tak laku. Sampai akhirnya ia tidak punya pemasukan sama sekali. Namun Andika tak menyerah dan terus mengembangkan promosinya.

Sampai pada akhirnya CD pertamanya terjual seharga Rp2,5 juta. Berkat pemasaran yang baik, ia pun mendapatkan keuntungan Rp100 juta pertamanya saat itu.

Modal untuk Investasi

(Sumber: Potongan gambar Youtube Andika Sutoro Putro)
(Sumber: Potongan gambar Youtube Andika Sutoro Putro)

Punya uang Rp100 juta di usia yang sangat belia (saat itu 14 tahun), Andika bingung ingin menggunakannya untuk apa. Ia pun berselancar di internet untuk mencari jawabannya.

Ketika itu, kata kunci yang ia gunakan adalah apa yang orang kaya lakukan dengan uangnya. Nah, jawabannya adalah investasi saham.

Andika lalu banyak membaca artikel dan buku mengenai saham. Setelah merasa mendapat bekal cukup, pria kelahiran 1994 ini lalu minta izin ke orangtuanya untuk buka akun di pasar modal.

Awalnya, Andika tidak direstui orangtuanya menggunakan uangnya itu untuk saham. Pasalnya dia dianggap masih sangat muda. Namun Andika terus menyampaikan pengetahuannya soal pentingnya saham pada orangtuanya. Hingga akhirnya Andika diizinkan berinvestasi saham di usia 15 tahun.

Lantaran belum cukup umur, ayahnya yang membuka akun di pasar saham. Andika lalu menginvestasikan uangnya sebesar Rp10 juta.

Benar saja. Baru enam bulan investasi, ia langsung mendapat keuntungan sampai 50%. Dari situ, ia lalu memberanikan diri menaruh semua uangnya Rp100 juta tanpa berpikir panjang. Sayang, ia justru mengalami kerugian 30%.

Namun, Andika lagi-lagi tak menyerah. Ia terus mempelajari saham dari berbagai sumber, termasuk mengikuti seminar-seminar baik offline maupun online. Kesabarannya pun berbuah saat dirinya berhasil mendapatkan Rp1 miliar pertamanya di usia 17 tahun.

Bikin Banyak Perusahaan

(Sumber: Instagram Andika Sutoro Putra)
(Sumber: Instagram Andika Sutoro Putra)

Hasil keuntungan dari saham ia gunakan untuk membangun bisnis yang lebih besar, seperti bisnis properti. Tak tanggung-tanggung, di usia 18 tahun, ia sudah memiliki real estate dan 22 ruko di Kalimantan Barat. Proyek tersebut bahkan ditaksir bernilai Rp30 miliar.

Terus melebarkan sayap, Andika juga bermitra dengan orang lain mendirikan Salt Ventures, sebuah perusahaan venture capital yang berfokus pada pengembangan startup. Sampai 2019, Salt Ventures sudah mendanai lebih dari 10 perusahaan.

Besar dari investasi, Andika lantas membangun lembaga pendidikan khusus investasi, yakni Putra Investor School. Ia juga mendirikan sebuah platform equity crowdfunding bernama LandX.

Ia pun merasa harus membagikan pengalamannya dengan membuat buku berjudul “Anak Muda Miliarder Saham”. Buku ini kemudian menjadi salah satu buku tentang investasi terlaris di Indonesia.

Itulah tadi, kisah perjalanan Andika Sutoro Putra yang sejak kecil bermimpi menjadi miliarder. Nah, kalau kamu punya mimpi apa?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.