Belajar Baca Peluang dari Try Wibowo, Si Makelar Caregiver

Try Wibowo, CEO Insan Medika
Try Wibowo, CEO Insan Medika

Panas siang itu mendadak sejuk kala Smart-Money.co membuka pintu masuk kantor Insan Medika di bilangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sapa pendingin ruangan cukup menghibur raga usai diterpa panasnya udara. “Silakan tunggu sebentar, Pak Bowo masih meeting,” kata resepsionis.

Saat menunggu, sepandangan mata disuguhi berbagai trofi penghargaan yang dipajang di lemari kaca. Di salah satu dinding, juga terpasang beberapa sertifikat dan tanda prestasi lainnya.

Semua tertulis atas nama Try Wibowo, pendiri Insan Medika yang lima tahun belakangan memang dibanjiri apresiasi dari berbagai institusi dalam dan luar negeri. Kami pun geleng-geleng kepala, apalagi setelah mengetahui usianya baru masuk kepala tiga.

Try Wibowo mungkin belum setenar pengusaha muda lain macam Nadiem Makarim dengan Go-Jek-nya yang kini ditunjuk jadi menteri. Namun tetap saja, dari sekian pemuda inspiratif, Bowo punya cerita tersendiri.

Meski sukses, di mata karyawannya, sosok Bowo “terlalu tampil sederhana” untuk ukuran seorang bos. Apalagi, untuk ukuran usaha rintisan yang bisa mengantongi omzet Rp1 miliar.

“Pak Bowo itu kalau datang ke kantor malah kadang cuma pakai kaos dan celana pendek. Ia juga tidak punya mobil atau motor mewah. Sederhana sekali,” kata salah satu stafnya.

“Tapi, kalau urusan pekerjaan, Bapak sangat tegas. Ia juga tipikal pemimpin yang mau mendengarkan dan melihat proses. Ia sering minta pendapat karyawannya juga soal cara mengembangkan usaha,” sambungnya lagi.

Sampai akhirnya Bowo pun muncul dan menyapa kami. Benar kata stafnya, Bowo memang sangat sederhana. Namun siapa sangka, di balik kesederhanaan dan murah senyumnya itu, banyak hal luar biasa yang sudah ia lakukan. Singkatnya, ia sudah membantu ratusan ribu lulusan sekolah keperawatan mendapatkan pekerjaan.

Dari situ, sederet penghargaan datang padanya. Sebut saja penghargaan The Most Outstanding Home Health Service in the World in 2016 pada acara The Global Over 50s Housing & Healthcare Awards di Inggris pada November 2017. Ia juga masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia di bidang Healthcare and Science. Itu dari luar. Dari dalam negeri pun ada, seperti Penghargaan Indonesia Business Quality Award pada 2016. Semua itu diberikan lantaran dirinya telah menyalurkan lebih dari 3.000 perawat sejak 2013.

Tak cuma itu, ia juga dinilai telah membuktikan dirinya sendiri bahwa tanpa kuliah pun ia bisa menjadi pengusaha yang sukses. Bowo bisa membantu tenaga-tenaga kerja kesehatan lulusan sekolah menengah kejuruan untuk mendapat pekerjaan yang layak, termasuk ke luar negeri. Ia bahkan membuat perawatnya mendapat kesempatan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi—sesuatu yang tak ia dapatkan.

Meski demikian, jalan sang makelar perawat ini tidak tanpa kerikil. Masa kecilnya keras, termasuk saat dirinya harus menerima kenyataan pahit, yakni kehilangan sosok ayah karena perceraian.

Bowo atau TW, sapaan dari teman-temannya, berkali-kali jatuh, bangun, dan terjatuh lagi. Ia pun pernah berada dalam lingkaran putus asa. Namun, seperti ibunya, mental bajalah yang kemudian membuatnya kembali bisa berdiri, bahkan berlari menuju kesuksesan seperti sekarang.

Penasaran mengapa ia bisa seperti ini? Simak video di bawah ini dan temukan apa yang sebenarnya bisa kamu tiru dari dia.

Sukses Berbisnis Caregiver