Belajar dari Bong Joon-ho, Sosok di Balik Suksesnya Parasite

Bong Joon-Ho
Bong Joon-Ho

Kalau ada orang yang jago “menggandakan uang” bahkan berlipat-lipat lebih banyak, jawabannya tentu bukan dukun, melainkan Bong Joon-Ho. Dialah sosok di balik suksesnya film Parasite yang dibuat dengan modal sedikit, namun mendapatkan penghasilan spektakuler.

Meski begitu, tak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan tersebut. Setidaknya, begitulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perjalanan sutradara asal Korea Selatan tersebut.

Seperti dibahas dalam artikel sebelumnya di sini, Parasite dibuat dengan bujet hanya US$11 juta. Namun berkat polesan Bong Joon, Parasite bisa meraup pendapatan kotor 100 kali lipat lebih atau sebesar US$131,4 juta. Itu kalau dijadikan Rupiah berarti sekitar Rp1,8 triliun.

Ini dia yang namanya sukses secara bisnis. Tak cuma dari penghasilan, mulai dari skor hampir sempurna (99%) dari situs aggregator kritik film Rotten Tomatoes hingga penghargaan level global, juga mengantar Parasite jadi salah satu film Asia yang patut diacungi banyak jempol.

Parasite jadi film pertama asal Negeri Ginseng yang berhasil menyabet penghargaan Palme d’Or di Festival Film Cannes. Film yang mengangkat genre komedi gelap ini juga didapuk sebagai Film Berbahasa Asing terbaik di Golden Globe.

Kesuksesan Parasite terus berlanjut. Film garapan rumah produksi Barunson E&A berhasil menjadi film Korsel pertama yang masuk nominasi Academy Awards. Tak tanggung-tanggung, Parasite masuk di enam kategori, termasuk nominasi Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Pantang menyerah dan enggak putus asa

Kesuksesan Bong Joon-ho ini enggak tetiba datang tahun ini. Kariernya di dunia film juga enggak mulus-mulus amat. Banyak lika-likunya. Bahkan, ia sempat diejek oleh produser-produser film di Korsel gara-gara skenario film yang ia tulis dianggap enggak bakalan laku.

Bong bukanlah lulusan jurusan perfilman. Saat kuliah, ia mengambil jurusan sosiologi. Namun, kecintaannya dengan film membuat ia banting stir dan menekuni film.

Ia mulai mengambil short course 2 tahun di Korean Academy of Film Arts. Sehabis lulus, ia mulai membuat film-film pendek dan bekerja selama 5 tahun dengan beberapa sutradara lain.

Baru pada 2000, ia menelurkan film pertama berjudul Barking Dogs Never Bite. Film tersebut kurang dapat sambutan. Total hanya 70.000 orang yang menonton film. Kebanyakan kritikus film memberi penilaian biasa saja, meski ada yang menyambut positif.

Di film kedua, Bong mencoba memperbaiki diri dan lebih serius dalam menggarap film. Ia pun menawarkan naskah film Memories of Murder kepada para calon produser. Bukan tangan terbuka, Bong justru menerima ejekan. Menurut para produser, skenario film pembunuhan berantai tidak bakalan laku di Korsel, apalagi identitas pembunuh sebenarnya belum terungkap.

Namun, Bong enggak menyerah dan putus asa. Ia tetap berpegang teguh pada ide dan caranya membuat film. Memories of Murder pun berhasil diproduksi dan dirilis pada April 2003.

Lewat film itu pula, nama Bong mulai diperhitungkan. Puncaknya dengan film Parasite tahun ini. Selain sukses secara bisnis, film ini penuh prestasi.

Melihat celah di dunia digital

Selain pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, Bong juga melihat teknologi internet sebagai peluang untuk menyebarkan film ke seantero dunia. Celah ini benar-benar dimaksimalkan oleh Bong.

Okja, film Bong sebelum Parasite, didistribusikan melalui Netflix. Film Parasite juga memanfaatkan berbagai kanal di dunia internet untuk promosi.

Bersama NEON, pemegang distribusi film Parasite, film tersebut dipromosikan di kanal YouTube, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Trailer film Parasite dibuat untuk menarik rasa ingin tahun penonton. Hasilnya, Parasite meledak di pasar dalam negeri dan global.

Saat menerima penghargaan Golden Globe, Bong pun mengakui keberadaan internet betul-betul mampu membawa Parasite di pentas global.

“Kami berterima kasih karena keberadaan internet, media sosial, dan layanan streaming. Ekosistem digital ini benar-benar mampu menerabas batas-batas bahasa sehingga Parasite bisa mendapatkan keuntungan dari tren global ini,” ujar Bong, seperti dikutip dari Reuters.

Mau sesukses Bong? kamu bisa memulai dengan terus mendalami apa sedang kamu kerjakan. Pantang menyerah dan tidak mudah putus asa. Sebab, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Selain itu, kamu harus memanfaatkan dunia digital agar bisa bersaing di pasar global.