Belajar Merintis Bisnis dari Pendiri Traveloka (2)

Belajar Merintis Bisnis dari Pendiri Traveloka (2)
Belajar Merintis Bisnis dari Pendiri Traveloka (2)

Berkat pendanaan tersebut, Traveloka punya sumber daya yang cukup untuk membangun produk terbaik. "Ini dibuktikan, pada awal Traveloka berdiri sudah memiliki ribuan pencarian tiket pesawat yang menjangkau 200 kota," kata Ferry.

Meski sudah mendapat kucuran dana untuk membangun bisnis, Traveloka juga pernah menghadapi halangan dan rintangan. Di industri perjalanan daring, tantanganya adalah memberi pengalaman memesan tiket terbaik seperti fitur Easy Reschedule Traveloka.

Fitur tersebut membuat konsumen bisa melakukan perubahan jadwal terbang langsung. Sebelumnya, konsumen harus menjalani proses yang cukup merepotkan, mereka harus menghubungi maskapai secara langsung.

Ferry sendiri memimpin dengan gaya yang sangat terbuka. "Untuk melahirkan kreativitas, kami menjunjung keterbukaan dengan memberi kebebasan bagi tiap individu memberi ide terbaik," kata Ferry.

Selain itu, Ferry yakin, bila tiap individu diberi otonomi atas pekerjaannya, maka mereka bisa lebih bertanggung jawab atas proyek yang dikerjakannya. Hal tersebut akan membuat tiap individu mampu berkontribusi untuk memberi produk dan layanan terbaik bagi konsumen.

Gaya kepemimpinan tersebut juga berhasil melahirkan banyak inovasi kreatif sebagai modal untuk bersaing. Misalnya pada aplikasi Traveloka versi 2.4, proses pemesanan makin mudah dan tampilan antarmuka menjadi lebih sederhana serta ada tambahan fitur asuransi perjalanan.

Jadi, konsumen tak perlu cemas bila terjadi penundaan atau pembatalan perjalanan karena proses klaim makin mudah. Kemudian ada inovasi StayNow yang memudahkan konsumen untuk memesan hotel secara last-minute di aplikasi Traveloka dengan harga lebih murah.

Tak heran bila Ferry bilang bahwa pertumbuhan penjualan perusahaan terus tumbuh pesat tiap tahunnya. Pada 2015, aplikasi Traveloka sudah diunduh hingga 6 juta kali. "Tahun ini, kami melebarkan bisnis di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina," kata Ferry.

Hal ini membuat Traveloka sebagai perusahaan internet pertama dari Indonesia yang melakukan ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara. Di samping itu, Traveloka sudah menjalin kerjasama dengan lebih dari 120 ribu hotel di Asia Tenggara, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Australia, Inggris Raya, Italia, dan Belanda.

Tak hanya itu, Traveloka sudah bermitra dengan lebih dari 50 maskapai yang menjangkau lebih dari 100 ribu rute di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika.