Berkah dari Menenun Sutera dan Emas (2)

Berkah dari Menenun Sutera dan Emas (2)
Berkah dari Menenun Sutera dan Emas (2)

Selain produksi sendiri, Dungtjik juga menampung kain songket hasil karya pengrajin yang berdomisili di 12 Ulu, 13 Ulu, dan 16 Ulu. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat, sebagian kain batik pun dipesan dari para pengrajin di Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah.

Harga batik, blongsong, bordir dan jumputan setidaknya dihargai Rp200 ribu. Sedangkan kain songket mulai Rp2 juta hingga Rp100 juta, tergantung bahan, tingkat kesulitan pembuatan serta usia kain songket itu sendiri.

Bersama tujuh puterinya yang kini turut mengelola bisnis, Dungtjik rajin memperkenalkan kain songket, batik, bordir serta kain jumputan khas Palembang melalui pameran-pameran baik di dalam maupun di luar negeri, seperti Singapura, Korea Selatan, Malaysia, hingga Kanada.

Pelanggannya tak lagi terbatas dari Palembang dan sekitar, juga dari berbagai wilayah seperti Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa, Sulawesi Selatan, P. Buton hingga Malaysia.

Terlebih lagi, putri ke-enam Dungtjik, Djamaliah Anggraini, merupakan Sarjana TI turut membantu pemasaran secara daring (online) dengan membuka situs dan jejaring sosial.

Alhasil, nama Tujuh Saudara makin dikenal luas. Pada 1998, pria yang kerap mendapat penghargaan upakarti ini akhirnya menggandeng BCA Palembang menjadi mitra usaha melalui kredit modal kerja dan KPR dari BCA untuk mengembangkan usaha.

Memasuki usia senja, Dungtjik dan istri tinggal memetik buah manis jerih payah mereka. Ke tujuh putrinya saling bahu membahu meneruskan usaha yang dirintis orang tuanya itu.

Didukung kemampuan manajerial, pengetahuan serta teknologi modern, generasi penerus ini selain berupaya melestarikan warisan budaya leluhur juga menciptakan terobosan-terobosan baru.

Diantaranya di bidang pemasaran, alternatif cara pembayaran transaksi, modifikasi bahan dan motif serta menciptakan peluang pasar melalui produk fashion ready to wear menggunakan kain khas Palembang.

Apalagi mengingat bahan baku kain songket yang semakin langka, harga yang mahal serta pengerjaannya yang memakan waktu lama. Sehingga kain songket dan batik khas Palembang, tak hanya dikenakan pada saat tertentu saja, juga di berbagai kesempatan dan makin diterima berbagai kalangan.

Untuk mempermudah transaksi, EDC BCA pun dipasang. Benar saja, transaksi yang menggunakan fasilitas itu naik 50%, 30% melalui internet banking (KlikBCA) dan sisanya 20% bertransaksi secara tunai. Bahkan untuk kepentingan transaksi saat mengikuti berbagai pameran handicraft, Tujuh Saudara mengandalkan EDC Mobile BCA.