Buang Jauh-Jauh Anggapan Bahwa Main Gim Hanya Buang Waktu

Games Online Razer
Games Online Razer

Gim (game) memang menawarkan kesenangan tersendiri. Dia bisa menjadi ajang untuk melepas penat dan bosan. Sayangnya, hal itu pula yang membuat banyak orang menganggap main gim hanya buang waktu.

Namun Min Liang Tan menjadi bukti bahwa main gim bukan perkara buang waktu. Ia percaya bahwa bisnis terbaik berasal dari hobi. Pria asal Singapura itu adalah pendiri perusahaan perangkat keras gim bermerek Razer pada 2015.

Di awal berdiri, Razer bahkan hanya menjual mouse khusus gamer. Keunggulan Tan dalam bisnis ini adalah, ia paham betul kebutuhan konsumen karena ia juga merupakan seorang gamer.

Meski masih rugi, pasar Razer terus berkembang dan meluas. Menurut catatan Forbes, tahun lalu Razer berhasil mencetak pendapatan US$517,9 juta (Rp7,7 triliun) dengan kapitalisasi pasar mencapai US$2,2 miliar.

Prestasi cemerlang itu pun berhasil menarik miliarder Hong Kong Li Ka Shing dan pengusaha Singapura Koh Boon Hwee menjadi investor.

"Meski kuliah hukum, sejak kecil saya sudah bermain game online. Ini adalah passion saya. Seperti kebanyakan anak, orang tua selalu mengingatkan untuk tidak membuang waktu bermain game," kata Tan seperti dikutip CNBC.

Namun, Tan ternyata tetap bermain gim. Saat kuliah pun, ia bisa menghabiskan seharian di rumah untuk bermain gim. Menurut Direktur keuangan Razer Edwin Chan, Tan memang sering memperkenalkan diri sebagai tuan rumah di komunitas gim.

"Dia mengenalkan dirinya sendiri dan memamerkan produknya dengan gaya tetap sebagai gamer," kata teman kecil Tan itu.

Membangun Ekosistem Bisnis

Dalam berbisnis, Tan fokus membangun ekosistem, mulai dari perangkat keras, perangkat lunak hingga layanan lain untuk gamer. Meski demikian, produk Razer juga bisa dipakai non-gamer. "Kita harus bisa melihat dari semua sudut dan memastikan semuanya sesuai," kata Tan.

Menurut Tan, hingga kini mouse adalah produk terlaris di Razer. Dalam penamaan produk pun, Tan menggunakan nama yang kreatif seperti Diamondback, Copperhead dan Mamba untuk mouse dan Black Widow dan Death Stalker untuk keyboard.

Penamaan yang unik tersebut ternyata berhasil melekat di benak konsumen. Selain perangkat keras, pada Januari 2018 Razer meluncurkan mata uang digital untuk bermain gim bernama zVault.

Tan juga membeli perusahaan ponsel Nextbit dan meluncurkan ponsel pertamanya seharga US$700 pada November lalu.

Bagaimana menurutmu?